Belasan Hektare Sawah Terendam Rob

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

KENDAL—Belasan hektare sawah di Kelurahan Bandengan, Kecamatan Kota Kendal tidak bisa ditanami. Hal itu karena selama dua tahun terakhir terendam rob. Hasilnya para petani harus merugi karena tanah tidak bisa ditanami apapun.
Salah seorang petani, Jamil mengaku jika ia sudah tidak bisa lagi bercocok tanam dengan kondisi sawah yang terendam rob. Ketinggian rob mencapai 20-50 sentimeter. “Karena air rob itu air laut, jadi tanaman tidak bisa tumbuh,” keluhnya, kemarin.

Oleh warga, lahan tersebut sebenarnya akan dijadikan tambak ikan. Namun warga kesulitan, karena untuk bertani ikan tambak butuh dana besar. “Selain itu, warga sini juga belum banyak yang mengetahui cara membudidayakan ikan tambak,” tuturnya.

Kondisi serupa terjadi di lahan pertanian eks tanah aset milik Kelurahan Bandengan seluas 10 hektare. Lahan yang kini menjadi aset Pemkab Kendal itu harus menganggur karena tidak ada yang menggarapnya. Akibatnya, belasan hektare sawah tersebut hanya ditumbuhi semak belukar. Malah tidak jarang area tersebut dimanfaatkan oleh anak-anak yang berasal dari warga sekitar untuk bermain kapal-kapalan dan mencari ikan. Seperti yang terlihat saat Jawa Pos Radar Semarang melakukan pantauan di lapangan.

Sekretaris Lurah (Seklur) Bandengan, Nur Ali mengatakan bahwa tanah yang terendam air rob biasanya setiap tahun dilelang. Hanya saja, sejak dua tahun terakhir tanah tersebut terendam air sehingga tidak laku untuk dilelang. “Meskipun tanah Pemkab Kendal, tapi biasanya dilelang di Kelurahan Bandengan. Supaya yang memanfaatkan warga Bandengan. Tapi selama dua tahun terakhir ini, warga tidak berani menggarapnya. Karena tanah sudah tidak bisa ditanami apapun, kecuali ikan tambak,” tuturnya.

Selain lahan pertanian, rob juga melanda rumah-rumah penduduk di Bandengan. “Tidak banyak, hanya beberapa saja. Yakni saat kondisi rob naik hingga membanjiri jalan raya dan masuk ke rumah-rumah warga yang posisinya rendah dan di tepi bantaran Sungai Kendal,” jelasnya. (bud/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -