Pernah Dihukum Kupas Bawang Sekarung

981
Asep Rochyadin. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
Asep Rochyadin. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

BERKARIR dari nol, membuat Asep Rochyadin, Head Chef Sahid Mandarin Hotel Pekalongan cukup menghargai profesinya. Apalagi selama berkarir banyak suka dukanya, terutama saat awal menjalani karir dalam dunia masak memasak.

Meski dari nol, Asep sudah memiliki darah dunia perhotelan yang menurun dari bapaknya yang kerja hingga pensiun di hotel. Bahkan yang memasukkan dirinya di hotel juga sang bapak.

Sejak drop out dari Akademi Pariwisata Indonesia jurusan F n B di Jogja, dirinya mengawali karir di Hotel Garuda Jogja tahun 1991 jadi helper.

Karirnya meningkat setelah pindah dari beberapa hotel, dilanjutkan ke Sheraton Hotel jadi Demi Chef (setara supervisior). “Selama saya berkarir dari bawah, sering dapat chef bule. Yang disiplinnya minta ampun. Salah sedikit saja dihukum berat,” ujarnya.

Diceritakan Asep, dari sekedar telat semenit, yang dihukum mengupas bawang sekarung, hingga berbagai ajaran unik ala chef luar negeri dalam dunia masak memasak. Dengan berbagai disiplin ilmu memasak dan ilmu manajemen yang luar biasa, Asep mencoba peruntungan di luar daerah. Bandung dipilih untuk merintis karir, sebuah Cafe dan Catering Singapura Cikampek jadi jujugan berikutnya. Dengan posisi yang cukup mentereng sebagai Head Chef.

Dapat tantangan juga jadi koki di Rig (Lokasi penambangan tengah laut), bapak 4 anak ini menyanggupi hingga 1 tahun 8 bulan. “Tugas saya di Rig, melayani pekerja tambang lepas pantai, milik perusahaan Genting Oil. Yang berlokasi di Laut China Selatan,” ujarnya.

Jenuh kerja di tengah laut, kembali ke dunia hotel. Kali ini, meratau ke Maluku tahun 2007 hingga 2017. Dengan bekerja di berbagai hotel berbintang.

“Selama karir di hotel, saya hampir pernah melayani semua presiden saat berkunjung ke Maluku. Dari era Soeharto hingga Jokowi. Setiap presiden memiki katakteristik sendiri, namun yang paling gampang adalah Jokowi,” sebutnya.

Di karirnya sekarang, Asep berharap suatu saat bisa dipercaya menjadi koki presiden RI 1, walaupun tidak tahu itu kapan. Namun dia tetap berambisi. Untuk itu, setiap waktu dirinya hobi mengulik menu tradisional nusantara dalam setiap sajian kuliner yang dibuat. (han/ida)