Cukup 2-3 Jam, Mobil Penyok Kembali Pulih

Bengkel Ketok Magic yang Tetap Eksis

14624
BUTUH SKILL TINGGI: Andri Armanto dan Toin, dua mekanik di bengkel Ketok Magic Jalan Damarwulan, Semarang Barat, sedang memperbaiki mobil pelanggannya. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BUTUH SKILL TINGGI: Andri Armanto dan Toin, dua mekanik di bengkel Ketok Magic Jalan Damarwulan, Semarang Barat, sedang memperbaiki mobil pelanggannya. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Di tengah maraknya bengkel modern, keberadaan bengkel Ketok Magic masih dibutuhkan banyak orang. Bahkan, bengkel yang cikal bakalnya berasal dari Blitar ini masih tetap eksis. Seperti apa?

SIANG itu, Andri Armanto, 29, dan Toin, 33, tampak sibuk bekerja di sebuah bengkel yang tertutup. Mereka sedang memperbaiki dua mobil pelanggan. Satu berwarna putih jenis Toyota Avanza, serta satu mobil tua berwarna oranye. Sedangkan satu mobil hitam lainnya, dikerjakan oleh seorang rekannya.

Masih ada beberapa mobil yang antre di depan bengkel yang terletak di sisi utara jalur KA di kawasan Jalan Anjasmoro, Semarang Barat. Beberapa mobil itu terparkir di sudut gang Jalan Damarwulan II, Kelurahan Karangayu yang berbatasan langsung dengan Jalan Anjasmoro.

Ya, dua pria asal Blitar itu merupakan karyawan bengkel Ketok Magic Adi Jaya yang memiliki banyak pelanggan. Bahkan, diakui Toin, dalam sebulan bengkel milik Mesidi, 65, itu dapat mengerjakan lebih dari 50 mobil. “Kalau 50 lebih, Mas, wong setiap hari saja banyak yang antre,” ujar pria yang mulai bekerja pada 2000-an ini.

Nama Bengkel Ketok Magic sendiri sudah tak asing lagi bagi masyarakat. Bengkel ini memiliki kelebihan dalam mengembalikan body mobil yang penyok bisa pulih seperti semula dengan waktu yang relatif singkat. Biasanya hanya membutuhkan waktu 2-3 jam untuk membereskan bodi mobil yang penyok menjadi seperti semula.

Kemampuan montir bengkel Ketok Magic inilah yang membuat masyarakat penasaran, bagaimana cara melakukannya? Apakah dengan ilmu magic, karena tidak butuh waktu lama mengembalikan badan mobil yang penyok kembali seperti semula. Itu pun dilakukan dalam bengkel yang tertutup. Biasanya pelanggan tidak boleh melihat proses langsung pengerjaannya.

“Tergantung kerusakan. Kalau tidak banyak, misalnya penyok, paling 2-3 jam selesai. Tapi, kalau agak parah sekaligus dikenteng dan cat ulang ya bisa 3 hari lebih. Tergantung bagaimana maunya yang punya mobil, mau sekalian dicat atau hanya ketok saja,” kata Toin kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Toin  mengaku pernah mengerjakan hampir semua jenis kerusakan bodi mobil. Bahkan mobil mewah sekelas Toyota Alphard milik salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jateng pernah diperbaikinya.

“Kalau mobil diasuransikan, menurut pelanggan, lama jadinya, padahal mobil kan dipakai  terus. Makanya mereka larinya ke bengkel Ketok Magic. Mereka mintanya cepat,” bebernya.

Kehadiran bengkel Ketok Magic di tengah era modern ini semakin membuatnya berkembang pesat. Karena tentu angka kecelakaan kendaraan meningkat, dari sini pemilik mobil akan menggunakan jasa bengkel. Hampir setiap kota bisa dipastikan terdapat bengkel Ketok Magic asal Blitar yang dianggap sulap, karena dalam sekejap bisa memperbaiki mobil penyok.

Kepada Jawa Pos Radar Semarang, Toin mengaku tidak ada hal magic sama sekali dalam pengerjaannya. Melainkan benar-benar menggunakan cara yang dipelajari oleh tukang dari bengkel Ketok Magic asli Blitar. Alatnya pun beragam, seperti alat bengkel kebanyakan, seperti palu dan sebagainya.

Keterampilan dalam pengerjaannya, tukang hanya memahami sifat besi. Di mana ada trik khusus untuk mengerjakan, biasanya chasis  mobillah yang menjadi sasaran sulap bengkel Ketok Magic itu.

Yang paling standar adalah mengetok besi dengan palu. Palu tidak langsung mengetok ke badan mobil, namun didasari lempengan plat besi sebagai perantara. Dengan keterampilan khusus itu, tidak membutuhkan waktu lama bagi tukang untuk menyelesaikan tugasnya.

“Alatnya banyak, tidak bisa dijelaskan satu-satu. Tergantung kerusakan mobil, tapi kurang lebih alatnya hampir sama dengan yang dipakai bengkel kebanyakan,” bebernya.

Mesidi, sang pemilik bengkel adalah pria asli Blitar. Pria 65 tahun ini mengaku sebagai salah satu dari 25 murid penemu keterampilan Ketok Magic yang terkenal pada masanya bernama Pak Turut yang lahir pada 1910.

Seperti diketahui, hampir bisa dipastikan semua tukang Ketok Magic asli Blitar. Kata Mesidi, Ketok Magic memang berasal dari Blitar. Penemunya Pak Turut yang meninggal pada 1980-an, di mana bengkel Ketok Magic sedang jaya-jayanya.

Menurutnya, dengan kemampuannya mengembalikan mobil penyok seperti semula membuat pemilik mobil senang. Servis semacam ini membuat pelanggan tidak beralih ke bengkel modern. Meskipun banyak bengkel-bengkel mobil dengan alat-alat yang lebih modern, tidak membuat bengkel Ketok Magic sepi. Justru semakin ramai saja, mengingat jumlah mobil setiap hari semakin banyak.

Alhamdulillah meski banyak bengkel-bengkel baru, bengkel Ketok Magic tidak ada masalah. Yang penting jaga nama dan membuat pelanggan puas. Pada suatu  saat kalau mobilnya rusak pelanggan pasti kembali lagi,” katanya.

Mesidi memiliki dua bengkel Ketok Magic, satu di Jalan Anjasmoro dan satu lagi di Kedungmundu yang diakuinya tidak pernah sepi. Ia mendirikan bengkel sejak 1982 di Semarang. Dahulu lokasinya di Krapyak sebelum berpindah dengan jumlah karyawan mencapai 30-an orang.

“Sekarang memang banyak bengkel baru dan alatnya lebih canggih, saya rasa bukan saingan. Sama-sama kita menjual jasa, dan semuanya Allah SWT yang mengatur sedikit banyak pemberiannya. Wajib kita syukuri, tidak tersaingi,” ucapnya bijak.

Koran ini sempat kesulitan menemukan bengkel Ketok Magic di Semarang. Sebab, mereka lebih memilih membuka usaha di lokasi pinggiran, seperti di kawasan Pedurungan dan Semarang Barat.

Selain itu, penempatan bengkel sendiri memiliki ciri khas tertutup, dan hanya mengandalkan papan nama yang menunjukkan lokasi bengkel. Papan nama itupun tidak terlalu mencolok.

Siswanto, 40, pemilik bengkel Ketok Magic Blitar Indah mengaku membuka bengkel di Jalan Arteri Soekarno-Hatta sejak 2000-an.  Sekarang ia bekerja bersama 3 karyawannya yang juga asli Blitar.

“Kalau bengkel tertutup itu sebetulnya agar kami lebih fokus untuk mengerjakan. Karena memang membutuhkan keterampilan khusus. Kami juga tidak memakai las sama sekali, hanya alat perkakas biasa. Ya, beginilah aslinya Ketok Magic,” bebernya.

Ia mengaku membuka bengkel Ketok Magic dimulai pada 1993 di Ungaran. Lalu sempat pindah di Jalan Indrapasta, dan terakhir di Jalan Arteri Soekarno-Hatta. “Saya masih sekampung dengan Pak Mesidi di Blitar. Kalau Pak Mesidi itu memang senior di Semarang. Dulu dia membuka bengkel di Krapyak, ramai sekali, Mas. Karyawannya sampai 30-an orang. Sekarang dia punya dua bengkel, satu di Anjasmoro dan satu di Kedungmundu,” katanya.

Siswanto menambahkan, bengkel Ketok Magic memang khas. Meskipun banyak bengkel modern, namun nyatanya tetap menjadi idola masyarakat. Apalagi dengan kecepatan pengerjaan minimal satu jam, bila parah satu hari. Tergantung pula permintaan pelanggan apabila ingin sekaligus dicat ulang.

Ia pun lebih sering mengerjakan mobil-mobil baru jenis Xenia atau Avanza bahkan mobil-mobil mahal seperti Pajero Sport dan yang lainnya.

“Pertimbangan pelanggan itu kan daripada diasuransikan prosesnya lama, sementara mobil itu kan dipakai untuk kegiatan sehari-hari. Nah kalau kami 2-3 jam jadi, tidak ribet seperti menggunakan asuransi,” bebernya.

Ia menambahkan dalam sebulan pendapatan bengkel bisa mencapai Rp 12 juta bersih. Nominal itu bila dibagi dengan 3 orang, maka mendapat Rp 4 juta per tukang.  Saat ini rata-rata per hari ada 5 mobil yang membutuhkan jasanya di bengkel untuk diketok magic. Diakui, jumlah ini menurun sejak 2 tahun belakangan.

“Kehadiran bengkel modern ya banyak sih. Tapi gak tahu apakah mereka mempengaruhi atau tidak, tapi memang dua tahun belakangan ini agak menurun. Apalagi bengkel Ketok Magic sekarang banyak, bukan hanya dari Blitar saja,” ujarnya.

Waluyo, mekanik di bengkelnya mengaku mematok tarif mulai sekitar Rp 150 ribu, tergantung kerusakannya. Pelangganya juga banyak pengemudi mobil rental. Biasanya mereka ingin perbaikan cepat sebelum mobil dikembalikan ke majikannya. “Daripada pulang penyok, mereka cari ketok magic terdekat. Kita kan buka 24 jam, malam pun diterima asal uangnya cocok,” ujarnya sambil tersenyum. (dan/aro)