DEMAK– Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Demak terus berupaya mengejar target pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat Demak, termasuk di daerah terpencil.

Di Kecamatan Wedung misalnya, kini tinggal 5 desa yang belum teraliri air PDAM. Yakni, Desa Kendalasem, Tedunan, Jetak, Jungsemi dan Jungpasir.  Untuk memenuhi kebutuhan itu, PDAM telah memasang jaringan distribusi utama (JDU) melalui pipa ukuran besar. Dari sejumlah desa tersebut, Desa Kendalasem dan Tedunan dipastikan sudah dapat terlayani dalam waktu dekat.

Direktur PDAM Demak, Qumarul Huda  menyampaikan, sebelumnya, PDAM telah mengajukan pemenuhan instalasi sarana pengolahan air baku dari Sungai Dero ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Nilainya mencapai Rp 61 miliar. Adapun, kapasitas air baku yang diolah mencapai 120 liter perdetik.

“Sekarang kita juga telah mengajukan permohonan pembangunan bendung karet di Sungai Tuntang. Dengan adanya bendung karet ini nanti PDAM dapat memanfaatkan untuk pengolahan air baku,” jelasnya.

Sedianya, bendung karet akan dipasang di wilayah Desa Sumberejo, Kecamatan Bonang. Menurutnya, sungai Tuntang yang akan dibendung ini merupakan yang terbesar sumber air bakunya. Bendung karet ini serupa sebelumnya telah dibangun di sungai Wonokerto, Kecamatan Karangtengah. PDAM pun telah berupaya untuk membangun instalasi di daerah tersebut untuk memenuhi kebutuhan air bersih ke wilayah Kecamatan Karangtengah dan Sayung.

“Sebenarnya, kita ingin secepatnya memasang instalasi untuk pemenuhan air bersih di kawasan industri Jateng Land. Tapi, sampai sekarang belum ada kepastian kapan dibangun,” jelasnya.

Meski ada prioritas untuk memenuhi kawasan industri, namun porsi paling besar tetap diberikan ke rumah tangga. “Ya, 20 persen untuk industri dan 80 persen untuk rumah tangga. Kita tanpa ada industri juga sulit berkembang,” kata Huda.

Sejauh ini, sejumlah kecamatan yang belum tercover PDAM adalah Karangtengah, Sayung, Karangawen, Guntur, Mranggen, Kebonagung, Dempet, Gajah, Karanganyar. Sedangkan, yang sudah tercover meski belum sepenuhnya adalah Kecamatan Demak Kota, Wonosalam, Bonang, dan Wedung. “Di Kecamatan Karanganyar baru sebagian kecil,” papar dia.

Di Kematan Karangawen, Desa Wonosekar dan Desa Brambang dalam waktu dekat sudah terpenuhi. Demikian pula di Desa Blerong, Kecamatan Guntur. “Kita pasang jaringan distribusi bagi (JDB). Di Karangawen dan Guntur sudah ada sekitar 900 pelanggan. Bahan baku air kita ambilkan dari saluran Klambu Kudu. Kita punya 250 liter perdetik. Dan, baru dimanfaatkan 100 liter perdetik di Mranggen dan 50 liter detik di Karangawen Guntur,” katanya. (hib/zal)