Inovasi Muafiyah, Olah Jambu Jadi ‘Kurma’

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

DEMAK- Bahan baku jambu merah delima dan buah belimbing di Demak yang melimpah saat panen membuat Muafiyah, 45, warga Desa Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam sukses berinovasi. Dengan kreatifitasnya, jambu merah delima diolah menjadi jambu kurma.

Ya. Bentuknya mirip kurma. Begitupula rasanya. Tidak jambu, bahan baku belimbing maupun buah lainnya seperti nanas, tomat, manga, papaya, labu, melon dan buah lainnya juga dibuat jajanan atau manisan. Pesanan pun mengalir ke berbagai daerah. Jajanan dari bahan baku buah jika sudah jadi antara lain dipasok ke Bogor, Palembang, Lampung dan daerah lainnya, termasuk ke supermarket. Muafiyah menuturkan, kreatifitas yang dilakukan itu sudah dimulai sejak usia remaja.

“Waktu itu, ibu saya  memberikan motivasi kalau buah buahan seperti itu dapat diolah sedemikian rupa untuk jajanan. Ternyata, memang membuahkan hasil yang lumayan,” katanya.

Dia mengatakan, usahanya makin maju sejak 2013 lalu. Untuk produksi, ia bisa menghabiskan bahan baku jambu 3 kuintal sehari saat musim panen. Jika tidak panen, paling banyak 1 kuintal jambu. Belimbing pun sama. “Kalau belimbing banyak jenisnya. Ada jenis kapur, dan kuning,” ujarnya.

Makanan ringan yang diproduksinya tersebut rata rata dijual antara Rp 25 ribu hingga Rp 28 ribu pertoples. Dari penjualan barang olahan itu, ia mampu meraup pendapatan antara Rp 3 juta hingga Rp 4 juta  perbulan. “Pesanan antara 40 hingga 80 toples perhari,” kata Muafiyah. (hib/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -