33 C
Semarang
Senin, 25 Mei 2020

Cuma Satu yang Masih Bertahan

Must Read

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

CATATAN Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung menyatakan, kesenian cengklungan merupakan salah satu seni pertunjukan tradisional kerakyatan langka di Temanggung. Bahkan, se-Kabupaten Temanggung, hanya tinggal satu yang hingga kini masih bertahan. Yakni, kesenian cengklungan di Desa Geblog, Kecamatan Kaloran.

Meski kini masih eksis, jika tidak diuri-uri dengan baik, cengklungan terancam punah. “Karena memang hanya satu-satunya di Temanggung dan para pemain musik utama sudah sepuh serta belum ada regenerasi. Maka, kesenian ini dikhawatirkan nyaris punah,” ucap Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung, Didik Nuryanto.

Didik menyampaikan, melalui program pelestarian dan pengembangan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Temanggung, pihaknya berharap cengklungan dapat terbina. Sehingga tetap lestari dan dikenal masyarakat luas.

Menurut Didik, selama ini pihaknya telah memberikan fasilitasi terhadap cengklungan. Baik pembinaan teknis, motivasi finansial, promosi ke ibu kota negara, dan kota-kota besar lainya. “Selain pembinaan, kami juga melakukan penelitian terhadap kesenian cengklungan. Ini bagian upaya untuk menguatkan. Kami juga sudah mendokumentasikan cengklungan.”

Didik membeber, Temanggung memiliki 64 jenis seni pertunjukan tradisional. Dari jumlah 64 itu, 9 jenis kesenian dikhawatirkan punah. Salah satunya: cengklungan. Kesenian lainnya yang nyaris punah adalah ambarsomah, gatholoco, tawinan, kuntulan, andhe-andhe lumut, sandhul, thethek mbengek dan peksi mudha. “Untuk mengantisipasi hal itu (kesenian punah), setidaknya ada lima hal yang harus dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Temanggung.”

Lima usaha itu, adalah, mencatat lewat registrasikebudayaan, memberikan pembinaan teknis artistik, serta memotivasi dengan pemberian stimulasi finansial. Kemudian, memberikan ruang promosi–baik di daerah maupun luar daerah—serta menggandeng stakeholder untuk berpartisipasi melestarikan dan mengembangkan seni pertunjukan tradisional kerakyatan Temanggung. (wong.ahsan/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

More Articles Like This