Tunggu Putusan Final Kementerian Pendidikan

Soal Pelaksanaan Full Day School

1804
Anjar Gunadi. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Anjar Gunadi. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK-Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Demak hingga kini masih menunggu keputusan final Kementerian Pendidikan terkait pelaksanaan sekolah 5 hari atau full day school (FDS).

Kepala Dinas Pendidikan Demak, Anjar Gunadi mengatakan bahwa semula diinformasikan bahwa FDS dijalankan secara bertahap mulai tahun ajaran baru 2017/2018 ini. Namun, setelah itu belum ada perkembangan selanjutnya karena ternyata menuai pro dan kontra di masyarakat.

“Di Demak ini yang menyatakan sudah siap itu SMPN 2 Demak. Komite juga siap. Tapi, kami masih menunggu kelanjutan kebijakan ini bagaimana,” katanya di kantornya, kemarin.

Dia menambahkan, sebetulnya jika dilihat dari Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang hari sekolah substansi isi aturan itu dinilai cukup bagus. Yakni, mengakomodasi peran Madrasah Diniyyah (Madin). Bahkan, guru Madin juga bisa diundang untuk mengajar di sekolah. Kegiatan ekstra maupun kokurikuler juga dihitung dalam komponen penilaian. Termasuk, jika ada siswa yang sepulang sekolah membantu pekerjaan orang tua juga dihitung penilaian.

“Program yang terintegrasi ini juga akan dilanjutkan dengan MoU antara Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama. Tapi, kami tidak tahu bagaimana kelanjutannya,” jelas Anjar.

Yang pasti, jika sekolah 5 hari diberlakukan, maka biaya pelaksanaan proses belajar mengajar akan bertambah. Padahal, sekarang sekolah kesulitan menarik iuran dari wali murid. “La terus biaya untuk makan siswa dari mana. Kami juga tahu kantin di sekolah banyak yang tidak memadai. Maka jalan satu-satunya kantin dikelola secara profesional. Sedangkan, kalau mengundang guru Madin ke sekolah juga perlu biaya. Padahal, dana BOS tidak mencukupi,” katanya.

Anjar pun mengatakan, dirinya sempat menanyakan masalah itu ke Menteri Pendidikan Muhadjir Efendi dalam sebuah acara dalam kunjungannya di Jateng. “Jawabannya, pemerintah daerah harus dapat menganggarkan 20 persen untuk pendidikan. Dana BOS juga akan ditinjau ulang agar dapat membantu pelaksanaan FDS tersebut,” ujar dia.

Menurutnya, banyak hal yang memang perlu disiapkan menghadapi FDS ini. Yakni, terkait tempat ibadah siswa, ruang serba guna untuk kegiatan, honor guru tamu, makan siang, kamar mandi/WC dan lainnya. “Jadi, masih banyak yang perlu dilengkapi,” katanya. (hib/ida)

BAGIKAN

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here