Rute Jalur Alternatif Diubah

Setelah Dikritik Gubernur Ganjar

1077
TIDAK MACET LAGI: Suasana di Jalan A Yani Wonosobo yang lebih teratur setelah Pemkab dan Polres Wonosobo memindahkan tempat parkir ke bekas Pasar Induk. (AHMAD ZAINUDIN/RADAR KEDU)
TIDAK MACET LAGI: Suasana di Jalan A Yani Wonosobo yang lebih teratur setelah Pemkab dan Polres Wonosobo memindahkan tempat parkir ke bekas Pasar Induk. (AHMAD ZAINUDIN/RADAR KEDU)

KEBUMEN—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen akhirnya mengoreksi rute jalur alternatif mudik. Ini setelah rute yang ditawarkan Pemkab dikritisi oleh Gubernur Ganjar Pranowo, saat sidak beberapa waktu lalu.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kebumen, Misrodin, menyampaikan, semula pihaknya mengajukan rute jalur alternatif untuk arus mudik Lebaran 2017. Namun, saat Gubernur Ganjar sidak pada Sabtu (17/6) lalu untuk mengecek kesiapan jalur mudik di wilayah Kebumen, Ganjar menyatakan keberatan. “Beliau meminta kami agar mengoreksi rute tersebut.”

Misrodin mengatakan, rute yang tak disetujui Gubernur Ganjar sebagai jalur alternatif mudik, berada di wilayah Kebumen bagian barat. Rute ini ditawarkan Pemkab Kebumen untuk pelimpahan arus kendaraan dari arah Jawa Barat menuju Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tepatnya, rute Selokerto-Buayan-Rangkah-Jalan Daendels. “Ternyata Gubernur keberatan dengan rute itu, karena dinilainya terlalu panjang. Ada kesulitan lumayan tinggi di Buayan yang jalannya berkelok-kelok dan melelahkan bagi pemudik,” beber Misrodin.

Berdasarkan masukan dari Gubernur Ganjar, akhirnya rute dikoreksi. Yakni, Gombong-Karanganyar-pertigaan Guyangan di Desa Purwodeso-Kritig-Petanahan-Jalan Daendels. Sedangkan jalur alternatif mudik Kebumen bagian timur adalah Prembun-Lembupurwo- Jalan Daendels. SementaraKebumen bagian tengah adalah Kambalan-Ambalresmi-Jalan Daendels.

Sementara itu, di sepanjang jalan utama kabupaten Wonosobo kemarin (23/6) mulai terlihat adanya titik-titik kemacetan. Kemacetan paling parah ada di persimpangan Pasar Kertek. Jalur ini merupakan rute utama dari Banjarnegara-Semarang, Wonosobo-semarang, Wonosobo Magelang dan Purworejo.

“Jalan alternatif yang belum berfungsi seperti lingkar luar Kertek juga jadi penyebab kepadatan kendaraan di area pasar Kertek,” kata Kapolsek Kertek AKP Marino, Jumat (23/6).

Diperkirakan, kemacetan terparah akan berlangsung Sabtu (24/6) ini. Selain merupakan hari prebegan (H-1 Lebaran), Sabtu Kliwon adalah hari pasaran Pasar Kertek.

Upaya Pemkab Wonosobo mengalihkan parkir sementara di bekas Pasar Induk yang terbakar ternyata cukup efektif mengurai kemacetan di sepanjang jalan A Yani. Di H-2 Lebaran, sepanjang jalan yang tahun-tahun sebelumnya selalu padat merayap, kini terpantau lengang.

Masyarakat yang berbelanja di Pasar Induk dan sekitarnya menjadi nyaman. “Lebih enak sekarang. Nggak macet. Cuma itu, kalau mau belanja pakaian parkirnya agak jauh. Harus di Pasar Induk itu,” aku Sri Wahyuni, warga Mojotengah usai berbelanja kebutuhan Lebaran di Rita Pasaraya.

Terpantau, petugas kepolisian berjaga di sekitar kantong-kantong parkir di sepanjang jalan ini. Hasilnya, petugas parkir dan pengunjung pasar sungkan jika harus nemarkirkan kendaraannya melampaui batas garis parkir.

Tak hanya itu, pantauan koran ini di sepanjang jalan menuju kawasan wisata Dieng terpantau masih lengang. Hanya terlihat sedikit titik kemacetan di sekitar Pasar Garung hingga pos loket wisata Garung. Dari loket menuju Dieng masih lancar.

Kepala UPT Pariwisata Garung Oni Wiyono menuturkan, kendati mulai terlihat ada kenaikan volume kendaraan namun belum sampai menyebabkan kemacetan. Naiknya jumlah kendaraan itu disebabkan karena mobilitas warga yang meningkat jelang Lebaran plus adanya pemudik wilayah Dieng.

Adapun kenaikan volume kendaraan akibat kunjungan wisata, Oni memperkirakan akan mulai dirasakan H+5 hingga H +15. “Kalau wisata akan meningkat H+5 hingga pekan ke dua lebaran,” terangnya. (jpg/cr2/ton/isk)