WONOSOBO – Warga pemegang surat keterangan (suket) KTP elektronik (KTP-el) diminta untuk lebih bersabar dan tidak terlalu menuntut untuk segera memiliki KTP-el asli. Sebab, blangko yang tersedia dipastikan tidak cukup untuk memenuhi semua pemohon.

Kepala Dinas Administrasi, Kependudukan dan Catatan Sipil (Admindukcapil) Wonosobo, Muhammad Zuhri mengakui belum mendapat blongko tambahan dari pemerintah pusat. Biasanya, di masa mudik Lebaran akan banyak perantau yang mengurus dokumen kependudukan ketika pulang ke kampung halaman.

“Belum ada kabar dari pusat, jadi sementara masih yang dulu. Wonosobo dapat 14.000 (blanko),” katanya.

Empatbelas ribu blangko tersebut sudah dikirim pada Mei 2017 lalu. Sementara jumlah pemohon per Mei 2017, sudah mencapai 40 ribu orang. Karena kekurangan blangko ini, masyarakat diminta lebih bersabar.

Kasubag Pelayanan Administtasi Terpadu Kecamatan Wonosobo Siti Maryamah menambahkan, Kecamatan Kota mendapat jatah 552 blangko KTP-el. Sementara permohonan yang sudah masuk mencapai 3.800 orang.

Seorang perantau asal Kecamatan Kalibawang Ngaliman menyampaikan, ia berencana mengurus pencetakan KTP-el saat mudik. Sebab dokumen ini sangat dibutuhkan untuk berbagai keperluan. Sementara suket yang berbentuk kertas tidak efisien dan mudah rusak.

“Coba kalau sudah KTP, kan enak mau ke bandara atau naik kereta api. Nggak harus buka-buka kertas lembaran,” kata laki-laki yang bekerja sebagai pegawai swasta di Jakarta. (cr2/ton)