Assalamualaikum Wr. Wb. Bapak Kyai Dr. H. Ahmad Izzuddin, M.Ag yang saya hormati, dalam pelaksanaan salat Id, ada yang melaksanakan takbiratul ihram hanya sekali dan ada yang tujuh kali. Mana yang benar? Terimakasih.

Noor Baroroh, 085229889XXX di Semarang

Waalaikumsalam Warahmatullah Ibu Noor Baroroh yang saya hormati dan di muliakan Allah. Terima kasih atas pertanyaannya. Yang pertama perlu diketahui bahwa semua ulama berpendapat bahwa takbiratul ihram hanya sekali, tidak ada yang menyatakan bahwa ia tujuh kali. Perlu ibu ketahui bahwa yang dimaksud dengan takbiratul ihram adalah takbir pembukaan salat. Semua salat harus dibuka dengan takbir dan dengan takbir itu haramlah semua aktivitas selain yang berkaitan dengan shalat, walau sebelumnya halal. Misalnya, haramlah ketika itu berbicara. Itu sebabnya takbir pembukaan itu dinamai takbiratul ihram, yakni takbir yang mengharamkan aktivitas selain aktivitas salat.

Memang berbeda-beda pendapat ulama tentang bilangan takbir pada hari raya. Ada sepuluh pendapat yang dikemukakan oleh asy-Syaukani dalam bukunya Nail al-Authar. Sebagian di antaranya, yaitu: 1) Tujuh kali pada rakaat pertama, sesudah takbir pembukaan (takbiratul ihram) dan sebelum membaca ayat. Dan lima kali pada rakaat kedua, sesudah pengalihan dari sujud ke berdiri serta sebelum membaca ayat. Inilah pendapat mayoritas ulama termasuk Imam Syafi’i, dan memiliki aneka argumentasi yang kuat. 2) Pendapat kedua menyatakan bahwa ketujuh takbir yang dimaksud termasuk talbiratul ihram. Ini pendapat Imam Malik al-Muzani. 3) Tujuh kali takbir pada rakaat pertama maupun kedua. 4) pada rakaat pertama tiga kali takbir sesudah takbiratul ihram dan sebelum membaca ayat, sedang pada rakaat kedua tiga kali takbir sesudah membaca ayat. 5) Pada rakaat pertama lima kali takbir sesudah takbiratul ihram dan sebelum membaca ayat sedang pada rakaat kedua lima kali takbir sesudah membaca ayat. Sekian jawaban dari saya, semoga ada manfaatnya dan barokah. Amin. (*/smu)