SEMARANG -Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas),optimis target 815.000 barel minyak perhari akan tercapai hingga akhir 2017.Sampai dengan akhir 31 Maret 2017, produksi minyak yang terjual (lifting) mencapai 787.800 barel per hari (bopd) atau 96,7 persen dari target.

Kepala SKK Migas Jabanusa, Ali Masyhar mengungkapkan hal tersebut usai menyerahkan santunan untuk 200 anak yatim di Gradhika Bhakti Praja, Semaang, belum lama ini. Guna mencapai terget tersebut ada beberapa kendala diantaranya kesulitan mendapatkan  perizinan untuk melakukan usaha pengeboran minyak dan gas (Migas).

Kesulitan ini disampaikan langsung kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Kepala Dinas ESDM Jateng, Teguh Dwi Paryono. Diakui sering terjadi tumpang tindih terhadap aturan yang ada di daerah dengan yang dipusat.

” Niat pemerintah daerah untuk mendapatkan pendapatan  pendapatan dari praktik pengeboran migas dinilai baik. Hanya saja, ada yang kebablasan sehingga mempersulit  proses percepatan usaha. Bahkan kadang ada aturan yang tumpang tindih antara peraturan pusat dan daerah,” ungkap Ali dihadapan Gubernur Jateng.

Menurut Ali, lamanya proses  perizinan  menyebabkan proses eksploitasi menjadi terhambat. Sebaliknya jika perizinan mudah dilakukan baik di lingkup Pusat atau di Provinsi, maka pemasukan pemerintah dari usaha pengeboran justru akan semakin meningkat. Bahkan ada izin diwilayah Jawa, Bali, dan Nusatenggara (Jabanusa) hingga satu tahun dan ini sangat menghambat sistim kerja.

Dikatakan Ali, setahun kebutuhan minyak nasional bisa mencapai 1,6 juta barel perhari. Padahal, produksi minyak nasional baru mencapai 815.000 barel perhari. Ketimpangan tersebutlah yang kemudian membuat pemerintah harus memikirkan soal perizinan.

Sementara itu di Jatim dan Jateng, saat ini sudah mampu menghasilkan minyak 280.000 barel/hari, setara 30 persen produksi nasional. ” Ini sudah lebih baik. Sehingga kami harap izin tidak perlu dipersulit,” tandasnya.

Sedangkan untuk gas  realisasi lifting sampai akhir Maret sudah di atas target, yakni 101 persen atau mencapai 6.503 MMSCFD. Sedangkan untuk target   6.440 MMSCFD, sehingga untuk gas tidak ada masalah. (tya)