33 C
Semarang
Kamis, 4 Juni 2020

SKK Migas Optimis Target 815.000 Barel Perhari Tercapai

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

SEMARANG -Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas),optimis target 815.000 barel minyak perhari akan tercapai hingga akhir 2017.Sampai dengan akhir 31 Maret 2017, produksi minyak yang terjual (lifting) mencapai 787.800 barel per hari (bopd) atau 96,7 persen dari target.

Kepala SKK Migas Jabanusa, Ali Masyhar mengungkapkan hal tersebut usai menyerahkan santunan untuk 200 anak yatim di Gradhika Bhakti Praja, Semaang, belum lama ini. Guna mencapai terget tersebut ada beberapa kendala diantaranya kesulitan mendapatkan  perizinan untuk melakukan usaha pengeboran minyak dan gas (Migas).

Kesulitan ini disampaikan langsung kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Kepala Dinas ESDM Jateng, Teguh Dwi Paryono. Diakui sering terjadi tumpang tindih terhadap aturan yang ada di daerah dengan yang dipusat.

” Niat pemerintah daerah untuk mendapatkan pendapatan  pendapatan dari praktik pengeboran migas dinilai baik. Hanya saja, ada yang kebablasan sehingga mempersulit  proses percepatan usaha. Bahkan kadang ada aturan yang tumpang tindih antara peraturan pusat dan daerah,” ungkap Ali dihadapan Gubernur Jateng.

Menurut Ali, lamanya proses  perizinan  menyebabkan proses eksploitasi menjadi terhambat. Sebaliknya jika perizinan mudah dilakukan baik di lingkup Pusat atau di Provinsi, maka pemasukan pemerintah dari usaha pengeboran justru akan semakin meningkat. Bahkan ada izin diwilayah Jawa, Bali, dan Nusatenggara (Jabanusa) hingga satu tahun dan ini sangat menghambat sistim kerja.

Dikatakan Ali, setahun kebutuhan minyak nasional bisa mencapai 1,6 juta barel perhari. Padahal, produksi minyak nasional baru mencapai 815.000 barel perhari. Ketimpangan tersebutlah yang kemudian membuat pemerintah harus memikirkan soal perizinan.

Sementara itu di Jatim dan Jateng, saat ini sudah mampu menghasilkan minyak 280.000 barel/hari, setara 30 persen produksi nasional. ” Ini sudah lebih baik. Sehingga kami harap izin tidak perlu dipersulit,” tandasnya.

Sedangkan untuk gas  realisasi lifting sampai akhir Maret sudah di atas target, yakni 101 persen atau mencapai 6.503 MMSCFD. Sedangkan untuk target   6.440 MMSCFD, sehingga untuk gas tidak ada masalah. (tya)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Romeo  dan  Juliet  Pukau  Penonton

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA  -  Kisah  cinta  abadi  Romeo  dan  Juliet  dipentaskan  kembali  oleh  mahasiswa  Fakultas  Bahasa  dan  Seni  (FBS)  Universitas  Kristen  Satya  Wacana  (UKSW)  dalam ...

8000 Rumah Tak Layak Huni Belum Tertangani

KAJEN-Lantaran bencana banjir rob di dua kecamatan, yakni Kecamatan Wonokerto dan Tirto, Kabupaten Pekalongan, selama 10 tahun terakhir, belum tertangani dengan maksimal. Berdasarkan database...

Mapolsek Terendam, Tetap Bagi Parsel

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Meski dalam suasana rob selama berhari-hari, anggota Polsek Pekalongan Utara yang dipimpin Kapolsek Kompol Agus Riyanto membagikan parsel kepada 70 tukang becak,  Minggu...

Siswi SMKN 3 Juara Lomba Rias DIY

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Berkat keberhasilannya memadukan keterampilan merias, body painting, dan tatanan hair do, Hana Nur Azizah berhasil meraih juara I lomba Rias Fantasi...

 Degradasi Lingkungan Tingkatkan Bencana Hidro Meteorologi

Kabupaten Magelang merupakan wilayah yang dikelilingi gunung. Kondisi ini membuatnya menjadi salah satu wilayah yang rawan bencana alam. SERIBU relawan se-Kabupaten Magelang mengikuti apel dan...

7 Napi Lapas Pekalongan Kabur

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN - Sebanyak 7 narapida narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2A Pekalongan kabur. Mereka dilaporkan kabur dengan memanjat dinding Lapas dengan tangga,...