KAJEN-Meski jalur tol fungional Pemalang-Batang telah difungsikan, namun kemacetan panjang masih terjadi di sepanjang jalur Pantura Kabupaten Peklaongan. Kemacetan panjang mencapai 15 kilometer terjadi mulai Ulujami hingga Desa Karangjompo Kecamatan Tirto, yakni perbatasan dengan Kota Pekalongan.

Pemalang menuju Kota Pekalongan biasanya bisa ditempuh dalam waktu 15 menit. Namun, Kamis (22/6) kemarin, harus ditempuh dengan waktu 3 jam. Kemacetan yang cukup lama terjadi di Jalan AYani Wiradesa, karena ada penyeberangan warga yang hendak ke Pasar Wiradesa. Lantaran pengawalan penyeberangan yang dikawal oleh Kamtimnas Desa Mayangan tersebut dilakukan tiap 10 menit sekali.

Kemacetan juga terjadi di depan IBC Wiradesa, karena banyak kendaraan roda dua dan roda empat yang berputar arah, atau warga yang menyeberang karena hendak ke IBC Wiradesa. Akibatnya, kemacetan semakin panjang, karena banyak titik pemberhentian di sepanjang jalur pantura Kabupaten Pekalongan.

Ruslan, 46, warga Kabupaten Jepara, yang terjebak macet di jalur pantura Jalan A Yani mengungkapkan bahwa dirinya semula hendak lewat jalur tol Pemalang Batang melalui Kecamatan Kesesi. Namun karena jalur tol juga mengalami kemacetan, maka memilih jalur pantura, ternyata lebih parah dibandingkan jalur tol.

Menurutnya, perjalanan dari perbatasan Pemalang hingga Pasar Wiradesa, ditempuh selama hampir dua jam. Karena banyak titik kemacetan yang dijumpai, mulai dari masih diaktifkannya lampu lalu lintas trafic light, hingga adanya pasar tiban di Wiradesa. “Kemacetan terparah di tempat penyeberangan Pasar Wiradesa. Kami mennunggu hampir satu jam, untuk bisa lewat di Wiradesa,” ungkap Ruslan.

HITUNG KENDARAAN : Petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan, saat menghitung kendaraan yang melintas di jalur Pantura Siwalan Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HITUNG KENDARAAN : Petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan, saat menghitung kendaraan yang melintas di jalur Pantura Siwalan Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pekalongan, Muhlisin, mengatakan bahwa puncak arus mudik arah barat menuju ke timur terjadi pada Kamis (22/6) kemarin. Hal ini, karena beberapa perusahaan mulai menetapkan libur pada hari Kamis, demikian juga dengan perkantoran milik pemerintah yang mulai libur hari Jumat (23/06).

Menurutnya, adanya peningkatan lonjakan kendaraan pribadi, hampir empat kali lipat jika dibandingkan dua tiga hari lalu. Untuk Kamis (22/6) kemarin, ada 3 ribu kendaraan yang masuk ke Kabupaten Pekalongan tiap jam, sebagian didominasi oleh kendaraan pribadi. “Lonjakan kendaraan pribadi lebih dari 3000 per jam yang masuk ke Kabupaten Pekalongan. Sedangkan untuk kendaraan roda dua hanya 700 dalam per jam,” kata Muhlisin.

Muhlisin menandaskan bahwa kemacetan di Pasar Wiradesa, hanya terjadi pada pagi dan sore hari, karena adanya warga yang berangkat dan pulang dari Pasar Wiradesa. Meski begitu, untuk mengurangi kemacetan pihaknya bekerjasama dengan Satlantas Polres Pekalongan dan Limas Desa Mayangan, akan menyeberangkan orang jika sudah berkumpul lebih dari 30 orang.

“Salah satu titik kemacetan memang ada di jalur pantura Pasar Wiradesa. Namun tidak hanya karena adanya penyeberangan warga, tapi juga karena dampak kemacetan dari Kota Pekalongan dan adanya perlintasan kereta api di Bendan,” tandas Muhlisin. (thd/ida)