Pospam Lebaran Sambut Pemudik

474
REPRESENTATIF: Salah satu Pospam Operasi Ramadniya Candi 2017 yang didirikan PT Djarum di Banyuanyar, Solo. (DOKUMENTASI DJARUM)
REPRESENTATIF: Salah satu Pospam Operasi Ramadniya Candi 2017 yang didirikan PT Djarum di Banyuanyar, Solo. (DOKUMENTASI DJARUM)

SEMARANG – Untuk menyukseskan Operasi Ramadniya (Ramadan dan Hari Raya) Candi 2017 yang berlangsung selama 16 hari sejak 19 Juni lalu hingga 4 Juli mendatang, PT Djarum ikut mendukung dengan mendirikan 27 titik pos pengamanan (pospam) di 16 wilayah hukum Polres dan Polrestabes di Jateng dan DI Jogjakarta.

Ke-16 wilayah hukum Polres/Polrestabes yang dipasang tenda tersebut adalah wilayah Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Batang, Kendal, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Demak, Grobogan, Salatiga, Boyolali, Solo, Klaten, Sleman dan Kudus.

Strategic Affairs PT Djarum, Budi Ismoyo, mengatakan, sejak Jumat (16/6) sebanyak 27 tenda Pospam Lebaran sudah terpasang, di mana pemasangannya dilakukan oleh pihak ketiga atau vendor.

”Jadi, semua material dan pemasangan 27 tenda untuk pospam itu dilakukan oleh vendor yang sudah ditunjuk. Sebelum pospam dipakai, kami lakukan pengecekan dan controlling apakah pendirian tenda sudah sesuai dengan spesifikasi atau belum,” ujar Budi Ismoyo kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (21/6).

Diakui, saat itu ada sejumlah titik yang pemasangan tendanya tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan oleh PT Djarum. Karena itu, pihaknya langsung mengajukan komplain kepada pihak vendor.

”Hari itu juga kami langsung komplain ke vendor. Dan, setelah dicek lagi, hari Minggu (18/6), semua tenda sudah dibenahi. Ini kami anggap sebagai bentuk wanprestasi dari pihak vendor,” katanya.

Budi Ismoyo menegaskan, sejak awal PT Djarum berkomitmen mendirikan pospam yang terbaik. Ia menceritakan, pendirian pospam itu sendiri berdasarkan surat permintaan dari polres/polrestabes khususnya satuan lalu lintas (Satlantas). Saat itu, pihaknya menyanggupi 27 tenda berukuran 4×6 meter persegi dilengkapi flooring, dan karpet.

Setelah ada kesepakatan lokasi pospam dengan pihak polres/polrestabes, pihaknya langsung menunjuk pihak ketiga untuk memproduksi tenda sekaligus pemasangannya.

”Jadi, apabila ada yang tidak sesuai di lapangan, itu merupakan kesalahan pihak vendor dan menjadi tanggung jawab pihak vendor untuk memperbaiki sesuai spesifikasi dan model yang sudah ditentukan,” tegasnya.

Budi Ismoyo juga mengatakan, sampai saat ini tidak ada keluhan dari pihak kepolisian yang menggunakan tenda pospam tersebut. Sejumlah kasatlantas justru mengucapkan terima kasih karena sudah dibantu. ”Bahkan ada polres yang meminta tambahan tenda, kami belum bisa memenuhi permintaan tersebut,” ujarnya. (*/aro/ce1)