Genap satu tahun ini, kepemimpinan Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi dan Wakil Bupati Pekalongan, Arini Harimurti. Tepatnya sejak 27 Juni 2016 setahun lalu, saat keduanya dilantik menjadi Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, dan Wakil Bupati Pekalongan, Arini Harimurti, untuk masa jabatan 2016-2021, di Gradika Bhakti Praja, Semarang, oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

DALAM satu tahun itu, banyak lahir ide dan gagasan menarik, yang dicatat dan dipublikasi dari Bupati Asip Kholbihi. Gagasan besar paradigmatik maupun operasional yang dilahirkan Bupati Asip Kholbihi adalah inisiatif progresif mewujudkan mandat rakyat, pentingnya menjadi Khodimul ummah.

Mulai dari Abang Rudi atau Ayo Bangun Rumah Sendiri, The Beauty of Pekalongan Regency, Petungkriyono Cutural Techno Foresty Park yang kemudian oleh Gubernur Jawa Tengah disebut sebagai National Nature Heritage, Kartu Cerdas Kajen, Kartu Kajen Sehat, mobilisasi ASN berwisata bersama atau mass tourism, Berjumpa (Bersih Jumat Pagi), Sholat Dzuhur Berjamaah di Masjid Pemda, Mengaji Ba’dal Magrib, Membebaskan Pajak Bumi dan Bangunan Warga Miskin, Tanggul Besar Gotong Royong (Great Land Wall) di Desa Mulyorejo untuk atasi rob pada tiga dess sekitar, kawasan industri.

Bahkan open governement sejak awal dilakukan oleh Bupati Asip, antara lain melakukan komunikasi terbuka melalui media sosial, triple pendopo dengan rencana mendirikan pendopo “Tampak Miring” di Petungkriyono, dan belakangan melakukan optimalisasi aset dengan mendirikan BUMD dan bekerjasama dengan BUMN. Terakhir, berkeinginan menghidupkan bandar udara peninggalan Belanda yang ada di Kecamatan Kesesi.

Ragam gagasan besar program-program solutif tersebut, tentu sebuah capaian yang istimewa bagi seorang pemimpin dalam satu tahun pertama kepemimpinannya. Gagasan besar itu ada yang masih dalam tahap pernyataan kebijakan (policy statement) namun ada pula yang sudah dilakukan eksekusi.

The Beauty Of Pekalongan Regency

Dari gagasan yang telah dilakukan untuk membangun Kabupaten Pekalongan, dengan The Beauty Of Pekalongan Regency yang mengambarkan secara ringkas potensi sumber daya alam, budaya dan pariwisata Kabupaten Pekalongan. Dengan menggelar acara Diplomat Friendly Gatheting Night di Jakarta, yang dihadiri oleh 100 tamu undangan, 50 di antaranya duta besar. Kegiatan tersebut dilakukan, untuk menjalin kerjasama investasi dengan Kabupaten Pekalongan.

KERJASAMA INVESTASI : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat menerima 50 duta besar dalam Program Diplomat Friendly Gatering Night untuk kerjasama investasi dengan Kabupaten Pekalongan.
KERJASAMA INVESTASI : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat menerima 50 duta besar dalam Program Diplomat Friendly Gatering Night untuk kerjasama investasi dengan Kabupaten Pekalongan.

Batik sebagai salah satu potensi industri rumahan dan kerajinan, yang menyerap tenaga kerja sebanyak 354 ribu orang tenaga kerja, yang tersebar pada 12 ribu unit usaha. Sehingga secara keseluruhan menyumbang 27,46 persen PDRB, dikembangkan dan dikenalkan pada dunia dengan membangun brand Kabupaten Pekalongan sebagai Kota Legenda Batik Dunia. Brand image tersebut disosialisasikan lewat gelaran Kajen Batik Karnival, Pagelaran Tutur Batik, dibangunnya Taman Batik.

Petungkriyono Cultural Techno Forestry Park

Sebulan pasca pelantikan Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, meluncurkan gagasan besar yakni Petungkriyono Cultural Techno Forestry Park. Gagasan ini adalah bentuk inisiatif progresif dari Kabupaten Pekalongan. Di pilihnya gagasan ini, karena menyangkut banyak aspek. Pertama, isu lingkungan isu yang paling menarik dan penting. Kedua tidak banyak daerah yang memiliki program peduli lingkungan. Ketiga, Petungkriyono selama ini belum menjadi prioritas pembangunan. Keempat, Petungkriyono Cultural Techno Forestry Park menjadi entry point bagi promosi daerah. Kelima, petungkriyono menyimpan potensi alam, khususnya wisata yang besar sebagai pengungkit kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan.

SOSIALISASIKAN PETUNGKRIYONO : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi dan Wakil Bupati Pekalongan, Arini Harimurti serta Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Hj Hindun saat mengenalkan objek wisata Curug Bajing yang ada di Petungkriyono
SOSIALISASIKAN PETUNGKRIYONO : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi dan Wakil Bupati Pekalongan, Arini Harimurti serta Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Hj Hindun saat mengenalkan objek wisata Curug Bajing yang ada di Petungkriyono

Untuk merealisasikan gagasan Petungkriyono Cultural Techno Forestry Park ini, Pemkab Pekalongan melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan berbagai pihak. Yakni dengan Penyelenggaraan Indonesia Forestry Summit, wisata bersama, mendorong Alokasi APBDes untuk infrastruktur wisata, perbaikan infrastruktur, bahkan rencana Pendirian Istana atau Pendopo Ketiga Kabupaten Pekalongan. Dari Petungkriyono Cultural Techno Forestry Park ini, Bupati Asip menerima Penghargaan dari Jawa Pos sebagai Regent with Program on Nature Based Tourism bersama 32 penerima penghargaan lainnya, termasuk Sekda Propinsi Jawa Tengah.

Abang Rudi, Ayo Bangun Rumah Sendiri

Untuk mengurangi jumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Pekalongan, dibutuhkan kebijakan yang bersifat crash program yang efektif dan efesien, tanpa bertentangan dengan perundang-undangan. Hingga akhirnya, muncullah gagasan Abang Rudi dan Ayo Bangun Rumah Sendiri ini.

Program Abang Rudi ini merupakan program yang dilontarkan Bupati Asip saat berkempanye dan sudah dilaksanakan sejak 10 Juli 2016 lalu. Anggarannya diperoleh dari swadaya masyarakat, dana juga dari donatur lainnya, seperti CSR perusahaan. Atau para dermawan yang dikumpulkan khusus untuk membantu warga miskin yang tinggal di rumah tidak layak huni tersebut.

PROGRAM BANG RUDI : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat meninjau pembangunan rumah Bang Rudi, di Desa Paesan, Kedungwuni, yakni rumah warga yang terbakar usai Lebaran tahun 2016 lalu.
PROGRAM BANG RUDI : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat meninjau pembangunan rumah Bang Rudi, di Desa Paesan, Kedungwuni, yakni rumah warga yang terbakar usai Lebaran tahun 2016 lalu.

Program Abang Rudi ini dismping untuk membangkitkan budaya gotong royong masyarakat, sekaligus membantu program pemerintah dalam membangun Rumah Tidak Layak Huni yang hanya meng-cover 15 rumah untuk setiap desanya. Saat ini, sudah ada 20 permintaan perbaikan rumah tidak layak huni dari program Bang Rudi.

Berjumpa, Bersih Jumat Pagi

Kabupaten Pekalongan, beberapa waktu lalu mendapatkan predikat tidak menyenangkan, yakni sebagai daerah terkumuh di Jawa Tengah. Yakni, dengan luasan daerah 671,83 hektare yang mencakup pada 34 desa dan sejak tahun 1989 belum pernah mendapatkan Piala Adipura.

PROGRAM BERJUMPA : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat menyerahkan 11 truk dan 45 kendaraan roda tiga untuk mengangkut sampah sebagai bagian dari program Bersih Jumat Pagi.
PROGRAM BERJUMPA : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat menyerahkan 11 truk dan 45 kendaraan roda tiga untuk mengangkut sampah sebagai bagian dari program Bersih Jumat Pagi.

Merespon kondisi tersebut, Bupati Asip, meluncurkan program gerakan yang diberi nama BERJUMPA (Bersih Jumat Pagi), dan sudah diluncurkan serta dijadikan sebagai gerakan bersih Jumat pagi sejak 30 Desember 2016. Pencanangannya pun ditandai dengan penandatanganan Komitmen Kegiatan BERJUMPA dan penyerahan truk sampah sebanyak 11 unit, dan 54 motor roda tiga untuk mengangkut sampah keliling.

SMS Center lapor Siip

Program Center Lapor Siip dengan nomor 085-600-900-300, adalah usaha Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, dalam menyerap aspirasi masyarakat. Program tersebut merupakan salah satu media untuk membuka ruang komunikasi antara masyarakat Kabupaten Pekalongan dengan pemerintah dalam menyampaikan pertanyaan. Keluhan hingga kritikan dan lain sebagainya diterima dengan positif, untuk kemudian diberikan informasinya atau jawaban oleh Pemkab Pekalongan. Program SMS Center Lapor Siip yang di-launching pada malam tahun baru 2017, dalam sehari rata-rat 200 SMS yang masuk ke SMS Center Lapor Siip.

Kartu Kajen Sehat dan Kartu Kajen Cerdas

Kesehatan dan pendidikan menjadi perioritas Pemerintahan Asip Khobihi dan Arini Harimurti. Program riil yang diusung adalah Kartu Kajen Sehat (KKS) dan Kartu Kajen Cerdas (KKC). Untuk Kartu Kajen Sehat sudah di-launching oleh Bupati Asip pada 25 Agustus 2016 silam. Dan diberikan kepada 10 ribu warga yang kurang mampu dan belum memiliki Kartu Indonesia Sehat atau jaminan kesehatan lainnya. KKS ini untuk menjembatani dan memfasilitasi masyarakat Kabupaten Pekalongan yang belum memiliki akses untuk menikmati pelayanan kesehatan yang ada di Kabupaten Pekalongan.

KARTU KAJEN SEHAT : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, bersama Wakil Bupati Pekalongan, Arini Harimurti, saat meluncurkan Kartu Kajen Sehat dan Kartu Kajen Cerdas.
KARTU KAJEN SEHAT : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, bersama Wakil Bupati Pekalongan, Arini Harimurti, saat meluncurkan Kartu Kajen Sehat dan Kartu Kajen Cerdas.

Sedangkan Kartu Kajen Cerdas diberikan kepada peserta didik, yang orang tua atau walinya tidak mampu, berdomisili dan bersekolah pada satuan pendidikan di daerah. Adapun mereka yang berhak menerima adalah peserta didik yang tercatat dalam pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLs) , dan atau tidak tercantum dalam PPLs tersebut.

Solat Dzuhur dan Makan Siang Berjamaah

Masjid menjadi tempat bertemunya berbagai elemen masyarakat, tempat silaturahmi. Juga menjadi pusat pengembangan agama dan sosial kemasyarakatan. Menyadari hal itu, Bupati Asip mengawali kebiasaan baik, yaitu dengan salat Dzuhur berjamaah bersama di Masjid Al Muhtaram Kajen dengan masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkantor di kompleks Alun-Alun Kajen.

Usai salat dilanjutkan dengan makan siang bersama. Adapun makanan yang disajikan untuk makan bersama, merupakan sumbangan dari ASN sekitar atau jamaah yang hadir. Tujuan dari salat dan makan bersama adalah untuk membuka ruang komunikasi bagi masyarakat untuk bertemu dengan kepala Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) terkait untuk menyampaikan berbagai kritik, saran, atau permasalahan langsung kepada dinas terkait.

Mengaji Bakdal Magrib

Bupati Asip Kholbihi juga bertekad menghidupkan kembali ruh masjid di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Pekalongan. Yaitu setiap habis salat Magrib, seluruh masjid dan rumah warga di Kabupaten Pekalongan dianjurkan membaca Alquran atau nderes di rumah masing-masing. Kemudian membaca kitab Risalah Awal, Asmaul Khusnah dan Sholawat Khudoriyah. Dengan harapan, Kabupaten Pekalongan bisa kembali menjadi kota yang religius seperti pada Kejayaan Islam di Kabupaten Pekalongan yang telah melahirkan tokoh-tokoh ulama dan qori serta qoriah tingkat nasional bahkan internasional.

Pembangunan Darurat Tanggul Melintang

Penanganan rob yang progresif adalah membangun tanggul melintang untuk mengatasi rob. Meski bersifat darurat, pembangunan tanggul melintang besar ini sebagai langkah yang luar biasa dan berani. Mengingat banjir rob pada tiga desa tersebut sudah terjadi sejak tahun 2009 lalu. Idenya itu pertama kali dilontarkan pada saat silaturrahmi dengan kepala desa (Kades) se-Kecamatan Tirto pada 16 Februari 2017 lalu, setelah diadakan diskusi panjang dan kajian secara akademisi. Dua bulan kemudian pembangunan tanggul melintang besar dilaksanakan dengan anggaran Rp 2,8 miliar. Bangunan sepanjang 820 meter, dengan lebar 9 meter dan ketinggian 6 meter, dengan bahan dari tanah dan bambu dibangun. Pembanguan dilakukan pada awal Mei 2017 dan tepat pada 20 Juni atau satu minggu sebelum Hari Raya Idul Fitri 2017, pembangunan tanggul melintang besar sudah selesai dilakukan. Hasilnya 90 persen air banjir rob yang ada di Desa Mulyorejo, Tegaldowo dan Karangjompo susut. Warga masyarakat desa setempat pun bisa merayakan Lebaran tanpa banjir lagi. Pemerintah Pusat pun berencana akan menggelontorkan dana sebesar Rp 470 miliar, untuk penanganan banjir rob di Kabupaten Pekalongan yang akan direalisasikan pada tahun 2018 mendatang.

Menghidupkan Bandar Udara Kesesi

Bermula dari temuan dari warga Desa Sukorejo, Kecamatan Kesesi, tentang adanya lahan seluas 25 hektare yang diduga bekas digunakan landasan pesawat. Kepada Desa Sukorejo juga menuturkan bahwa pada masa pemerintahan VOC, Ratu Belanda Wilhelmina pernah datang ke Desa Kesesi untuk kunjungan pembangunan bandar udara. Bahkan dari sejarah diketahui pimpinan proyek pembangunan bandara saat itu bernama Van Der Polf, dan itu terlihat jelas dari peta satelit.

Merespon laporan dan temuan tersebut, Bupati Asip melaporkan kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan ditindaklanjuti dengan pertemuan Dirjend Perhubungan Udara dan direspon dengan baik. Bahkan pada kesempatan menghadap Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Presiden memberikan sinyal sangat positif. Bahkan, menurut Presiden, pantura belum memiliki bandara udara dan Kabupaten Pekalongan berada pada posisi di tengah dari Karisidenan Pekalongan.

Untuk merealisasikan keperluan pendirian bandar udara tersebut, Bupati Asip melalui Keputusan Bupati Nomor 553.2/243 tahun 2017 tanggal 30 Mei 2017, telah membentuk Tim Koordinasi Kelayakan Bandar Udara di Kabupaten Pekalongan. Namun demikian, menghidupkan dan membangun bandar udara adalah kebijakan pemerintah pusat.

Ke depan banyak yang akan dilakukan oleh Pemkab Pekalongan dengan Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi dan Wakil Bupati Pekalongan, Arini Harimurti. Beberapa MoU dengan Pemerintahan Belanda sudah dilakukan, untuk penangangan masalah rob dan penelitian lainnya. Demikian juga dengan Pemerintahan Korea Selatan, telah dilakukan MOU untuk pengembangan potensi ekonomi di Petungkriyono. Kesemuannya itu akan berdampak pada pembangunan Kabupaten Pekalongan menjadi lebih baik.

Bahkan beberapa penghargaan pun diraih Pemerintahan Bupati Asip Kholbihi dan Wakil Bupati Arini Harimurti, seperti Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan kembali berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia. Penyerahan predikat WTP atas Laporan Hasil Pemeriksaan BPK Tahun Anggaran 2016 ini, dilakukan pada Rabu (7/6) lalu serta penghargaan dari Jawa Pos sebagai Regent with Innovative Program on Nature Based Tourism. (thd/adv)