PENELITIAN LANJUTAN : Tim mahasiswa UM Magelang yang meneliti gel ekstrak daun pisang untuk penyembuh luka. (Dok HUMAS UM Magelang)
PENELITIAN LANJUTAN : Tim mahasiswa UM Magelang yang meneliti gel ekstrak daun pisang untuk penyembuh luka. (Dok HUMAS UM Magelang)

MUNGKID– Getah pisang ternyata memiliki khasiat ampuh untuk menyembuhkan luka. Daun pisang yang telah diekstrak juga memiliki kandungan yang sama dengan getah daun pisang dan dapat dijadikan bentuk gel.

Gagasan kreatif tersebut diwujudkan oleh 5 mahasiswa Fikes UM Magelang ke dalam proposal penelitian berjudul ‘Gelek Usang (Gel Estrak Daun Pisang)’ yang diajukan dalam PKM Dikti Tahun 2016. Proposal tersebut lolos pendanaan Dikti dan berhasil mewakili UM Magelang dalam Pimnas Invesment Summit (PIS) dalam ajang Pimnas tahun lalu.

“Dalam ajang pameran PIS tersebut, kami membuat gel dengan label Paradise dan banyak stakeholders terutama para dokter yang tertarik dan berminat untuk memesannya. Namun kami masih harus menyempurnakan produk sehingga tahun ini kami kembali mengikuti PKM untuk menyempurnakan penelitian tersebut,“ ungkap Ketua Tim.

Tahun ini, mereka kembali mengajukan proposal dengan judul Uji Stabilitas dan Penentuan Formulasi Optimum sebagai penelitian lanjutan dan berhasil lolos pendanaan Dikti. Selain Olga, 4 mahasiswi lainnya yakni Anggita Verdani, Nurkholis Ashari,Nugroho Purwojati, dan Hidayatul Khoirini.

Olga mengatakan, penelitian dilakukan untuk mengetahui efektivitas zat aktif pada daun pisang yang dibuat sediaan gel sebagai penyembuh luka gores. Di bawah bimbingan Tiara Mega Kusuma MSc Apt, Olga dan teman-temannya melakukan penelitian selama 2 bulan di Laboratorium Farmasi Fikes UM Magelang.

Proses penelitian berawal dari proses pemilihan daun pisang, proses simplisia atau pengeringan daun, proses ekstraksi, proses pembuatan sediaan dan yang terakhir adalah proses evaluasi sediaan untuk membuat tolak ukur pada hasil penelitian.

Pada tahap akhir, pengujian gel dilakukan pada manusia untuk mengetahui apakah gel tersebut mengiritasi kulit manusia atau tidak. Olga berharap, penelitian tersebut bermanfaat dan dapat dikembangkan karena obat luka yang bersifat herbal masih sangat minim di Indonesia. Selain itu kegiatan tersebut juga diharapkan dapat membuka peluang usaha obat herbal.

Olga menandaskan, saat ini, timnya sedang mengurus hak cipat gel Paradise sehingga dapat diproduksi sesuai ketentuan. “Kami juga berharap agar proposal ini dapat lolos ke Pimnas ke-30 yang akan diadakan di Makassar tahun ini,” jelas Olga. (sct)