33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

29 Perusahaan Tak Bayar THR

Diadukan Karyawan ke Disnakertrans

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

SEMARANG- Sebanyak 29 perusahaan yang berada di Jateng diadukan karyawannya, karena tidak membayar Tunjangan Hari Raya (THR). Perusahaan tersebut berada di Semarang, Boyolali, Surakarta, Sukoharjo, Pekalongan, Tegal, Blora, Demak, Kendal, Ungaran, dan Kudus.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng, Wika Bintang, membeberkan, total ada 43 aduan yang diterima menjelang Lebaran ini. Dari angka itu, 29 di antaranya tentang THR yang belum diberikan sesuai ketentuan pemerintah, yakni H-7 Lebaran.

Dari 29 perusahaan yang diadukan tersebut, semuanya sudah ditangani Disnakertrans Jateng.

Dikatakan Wika, 19 aduan sudah selesai, sisanya masih dalam proses. “19 aduan yang sudah selesai dimediasi, ada 7 perusahaan yang akhirnya mau membayar THR sesuai ketentuan dan kesepakatan dwipartit atau antara perusahaan dan karyawan. Semoga yang lainnya bisa selesai sebelum libur Lebaran,” harapnya, Selasa (20/6).

Aduan mengenai THR tahun ini mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yang hanya 20 aduan yang masuk ke Disnakertrans Jateng. Hanya saja, semua aduan tahun lalu bisa ditangani semua meski ada segelintir perusahaan yang baru mencairkan THR setelah Lebaran.

Dijelaskan, jika ada perusahaan yang memang sedang mengami kondisi sulit hingga tidak bisa memberikan THR, sebaiknya segera melakukan dwipartit dengan karyawan untuk mencapai kesepakatan. Kalau tidak ada komunikasi dengan karyawan, perusahaan bisa dikenai sanksi.

Selain wajib membayar THR, perusahana juga didenda 5 persen dari total THR yang seharusnya diberikan kepada seluruh karyawan. Nantinya dana tersebut akan dikelola untuk kesejahteraan karyawan di perusahaan tersebut. “Kalau masih tidak mau membayar, akan kena sanksi administrasi yang ujungnya bisa sampai rekomendasi pencabutan izin usaha,” tegasnya.

Wika membeberkan, aturan besaran THR yang harus dibayarkan adalah 1 kali gaji untuk karyawan yang punya masa kerja 1 tahun atau lebih. Sementara yang di bawah 1 tahun, bisa dihitung secara proporsional. Misalnya, baru 3 bulan, maka hitungannya 12/3 kali gaji satu bulan.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng, Frans Kongi, mengaku justru belum mendapat kabar mengenai tunggakan THR tersebut. Sebab, pihaknya sudah mewanti-wanti kepada seluruh perusahaan yang tergabung di Apindo Jateng untuk membayarkan THR paling lambat H-7 Lebaran.

Jika kenyataannya memang ada karyawan yang melaporkan ke Disnakertrans Jateng, bisa jadi itu karena tidak adanya komunikasi dengan karyawan. “Kondisi perusahaan kan beda-beda. Memang ada yang memberikan THR setengah dulu, sisanya nanti setelah Lebaran. Tapi, itu harus ada kesepakatan dengan karyawan. Tidak bisa memutuskan sepihak,” tegasnya.

Kesepakatan juga harus dilakukan dwipartit mengenai penentuan hari libur Lebaran. Jika ada perusahaan yang harus tetap produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar, perusahaan tetap tidak boleh memaksa karyawan melakukan lembur kerja. “Tahun ini anggota kami tidak ada yang tetap opeasi sepanjang libur Lebaran,” katanya. (amh/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Wakil Limbangan Siap Tampil

KENDAL - Meskipun berada di daerah pinggiran, sekolah- sekolah di Kecamatan Limbangan tidak boleh dipandang sebelah mata. Pasalnya dari daerah  yang sebagian besar wilayahnya...

Jalan Margosari-Medini Rusak

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Akses jalan antara Desa Margosari dengan Medini, Kecamatan Limbangan dikeluhkan warga. Pasalnya, aspal yang menjadi badan jalan, kondisinya hancur. Tak pelak,...

Beasiswa Penuh Bagi 10 Anak Panti Asuhan

KUDUS-Djarum Sumbangsih Sosial menyerahkan bantuan beasiswa penuh bagi 10 anak asuh di Kabupaten Kudus, Jumat (3/11) kemarin di Djarum Oasis, Bae, Kudus. Berupa biaya...

Isna Batik, 30 Tahun Tekuni Motif Batik Dayak

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Kabupaten Pekalongan memang layak menyandang Kota legenda batik  Nusantara, bukan hanya karena banyak banyak motif batik yang berasal dari Kabupaten Pekalongan,...

Kemiskinan Dipengaruhi Jumlah Anggota Keluarga

SEMARANG-Angka kemiskinan di Jateng masih di angka 13,01 persen atau 4.450,72 ribu jiwa. Hanya turun 0,26 persen dari periode Maret 2016. Dari data Badan...

Ruang Kreatif Wadahi Seniman Daerah Berkreasi

KUDUS-Program Ruang Kreatif: Bincang Seni Pertunjukan Indonesia, kembali diselenggarakan di sejumlah daerah di Indonesia. Program yang digagas Bakti Budaya Djarum Foundation dan Garin Nugroho...