33 C
Semarang
Jumat, 14 Agustus 2020

Tepergok Mencuri, Dimassa Warga

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

BATANG-Dua pemuda yang mengaku warga Depok Kabupaten Batang, menjadi bulan-bulanan warga Kramat Kelurahan Proyonanggan Selatan Kecamatan Batang, setelah tepergok mencuri sepeda motor di sebuah rumah, Senin (19/6) kemarin. Beruntung anggota polisi segera datang ke lokasi kejadian untuk mengamankan pelaku, sehingga nyawa korban masih tertolong.

Saksi korban, Iwan, 29, pemilik rumah saat dimintai keterangan di Mapolres Batang, mengatakan bahwa dirinya melihat tiga pelaku berboncengan sepeda motor berhenti di depan rumahnya. Kemudian, salah satu pelaku curanmor, Haryono, 27, turun dari sepeda motor dengan perilaku mencurigakan. Awalnya duduk di teras rumahnya.

Meski begitu, Iwan masih belum merasa curiga, pelaku dikira orang mabuk biasa. Dirinya tetap memantau di dalam rumahnya, karena kacanya nako. Para pelaku ditengarai tidak mengetahui jika ada orang di dalam rumah. Namun sejurus kemudian, pelaku berhasil membawa motor korban Honda Matic dengan nopol G 6860 BV atas nama Imaroh adiknya.

“Saat itu, pelaku menoleh ke kanan dan ke kiri melihat kondisi lingkungan. Saya yang sudah menaruh curiga terhadap dua pelaku, terus mengawasi gerak-gerik mereka. Ternyata benar, kemudian menuntun sepeda motor milik adik saya untuk dibawa pergi,” katanya.

Mengetahui kejadian itu, dirinya langsung keluar rumah dan bertanya kepada pelaku mau diapakan motor adiknya. Selain itu, langsung berteriak maling yang kemudian didengar oleh warga. Warga yang melihat peristiwa itu, langsung mendatangi dan menghajar pelaku hingga babak belur. Untung dalam waktu yang tidak lama, petugas kepolisian datang dan mengamankan pelaku untuk dibawa ke Mapolres Batang.

Sayangnya satu pelaku yang membonceng motor langsung lari ke arah utara, begitu mengetahui temannya dimassa. Bahkan motor untuk berboncengan Yamaha Vixon dengan nopol G 6939 DL ditinggalkan begitu saja di lokasi.

Kapolres Batang, AKBP Juli Agung Pramono mengatakan bahwa saat ini kedua pelaku sudah diamankan oleh polisi untuk dimintai keterangan. “Pelaku sempat dihajar massa sebelum polisi datang. Selain mengamankan dua tersangka, yaitu Haryono, 29, dan Lutfhi Arsyad, 25, keduanya warga Desa Depok, kami juga mengamankan barang bukti kejahatan dua sepeda motor,” katanya.

Tersangka Haryono, saat dimintai keterangan di Mapolres mengaku dirinya tidak sadar saat melakukan pencurian sepeda motor milik korban, karena sedang mabuk. Saat dimintai keterangan, kedua pelaku juga mengaku masih dalam keadaan mabuk, sehabis pesta minuman keras (miras) bersama rekan-rekannya.

“Semula saya tidak ada niat untuk mencuri. Akan tetapi, saat melintasi Jalan Raya Kramat Kuncen Proyonanggan, saya dapat ide turun untuk mencuri motor. Karena kondisi lingkungan sepi dan pemilik kelihatannya tidak ada di rumah,” ucapnya. (han/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Motif Naga Tonjolkan Keunikan

Imlek identik dengan kemeriahan, warna merah, dan makan bersama. Tampil cantik menyambut tahun Ayam Api seolah menjadi kebutuhan. Perpaduan busana yang pas dan make...

Salatiga Raih Predikat WTP  

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Kota Salatiga kembali meraih predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK Perwakilan Provinsi Jawa Tengah berkait penyampaian laporan hasil pemeriksaan...

Pastikan Tak Ada Biaya Siluman dalam Pelayanan

SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengukuhkan 51 orang tim Satgas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kota Semarang, Rabu (11/1). Dengan terbentuknya...

Persempit Ruang Gerak Peredaran Narkoba di Apartemen

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah terus melakukan pemberantasan peredaran gelap narkoba di wilayah Jateng. Sebagai langkah pencegahan, BNNP Jateng...

Terbitkan Peraturan Obligasi Daerah

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan tiga peraturan terkait obligasi daerah. Peraturan tersebut diterbitkan guna mendukung dan mendorong program pemerintah,  terutama di...

Foto di Jembatan Gantung, Unggah ke Medsos

WONOSOBO—Ada objek wisata baru di Desa Slukatan Kecamatan Mojotengah. Akhir-akhir ini, puluhan wisatawan lokal tiap hari datang ke Desa Slukatan untuk bisa berfoto di...