33 C
Semarang
Minggu, 9 Agustus 2020

Jual Obat Mercon, Lebaran di Bui

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

MAGELANG – Meski sudah dilarang, Nur Irwan, 51, seorang kakek asal Desa Banyuwangi, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang nekat meracik dan menjual obat mercon/petasan di saat Ramadan ini. Hanya saja, sebelum mampu menjual semua produknya, Irwan yang sehari-hari sebagai buruh dan petani ini sudah ditangkap aparat Polres Magelang Kota.

Wakapolres Magelang Kota Kompol Muh Imron mengatakan, penangkapan ini berdasarkan informasi dari warga bahwa ada penjual obat mercon di wilayah Desa Banyuwangi. Kemudian, ditindaklanjuti dengan penyelidikan oleh Satreskim dan ternyata informasi tersebut benar. “Pada Sabtu (17/6) lalu sekitar pukul 16.00 WIB, anggota langsung menuju rumah tersangka untuk dilakukan penangkapan. Ternyata benar dan ditemukan barang bukti berupa obat mercon beserta bahan bakunya,” jelas Imron dalam gelar perkara di kantor Mako Polres 1, Senin (19/6).

Imron menjelaskan, barang bukti yang disita berupa 60 kilogram obat mercon yang sudah dalam bentuk bungkusan kecil dengan berat bervariasi. Obat mercon ini ada yang sudah siap edar dan ada pula yang masih dalam bahan baku, seperti belerang, arang, dan lainnya.“Saat dilakukan penangkapan, tersangka tidak bisa berkutik dan menunjukkan tempat penyimpanan obat mercon. Pelaku menyimpannya di bawah lantai ruang makan. Tersangka sengaja menyimpannya di tempat tersembunyi agar tidak ketahuan orang banyak,” kata Imron.

Untuk penyelidikan lebih lanjut, tersangka diamankan di tahanan Polres Magelang Kota. Pelaku dinilai telah melanggar Pasal 1 Undang-undang Darurat No 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setingi-tingginya 20 tahun.

Sementara itu, Irwan mengaku nekat menjual obat mercon karena melihat keuntungannya yang besar dan banyak dicari oleh orang. Ia menjual seharga Rp 20.000 per ons, sedangkan untuk membeli bahan baku hanya sebesar Rp 140.000 per resep yang bisa menjadi 15 ons.

“Saya sudah jual sekitar 5 resep (7,5 kilogram) ke pembeli yang tidak tahu asalnya dari mana. Saya sudah meracik obat mercon ini sejak dua tahun lalu dan hanya membuat di momen Lebaran saja,” jelas Irwan yang juga mengaku meracik ini sekaligus untuk hiburan.

Di tempat yang sama, Kasubag Humas Polres Magelang Kota AKP Esti Wardiani mengimbau kepada masyarakat untuk tidak bermain dengan petasan atau mercon. Selain sudah dilarang, bermain petasan juga membahayakan bagi diri sendiri dan orang lain.“Selain merazia petasan, kami juga melakukan operasi terkait minuman keras (miras). Selama operasi, kami mengamankan 12 pemabuk dan 3 penjual miras,” beber Esti. (cr3/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Narkoba Merambah ke Desa

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG - Kasus penyalahgunaan narkoba terus meningkat di Kabupaten Temanggung. Bahkan sasaran sudah merambah sampai ke desa-desa. Temanggung tidak lagi menjadi sub penyalur...

Sopir Mabuk, Pajero Hajar Becak dan Motor

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Kecelakaan maut melibatkan mobil Mitsubishi Pajero, sepeda motor, becak, dan pejalan kaki terjadi di Jalan MT Haryono, tepatnya di Bundaran Bubakan, Semarang, Senin...

Spontan, Ganjar Sambangi Rumah Reyot

GROBOGAN-Perbaikan Rumah Tak Layak Huni (RTLH) menjadi salah satu program yang digenjot Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Tak hanya mengandalkan data RTLH dari pemerintah daerah,...

Lima Mobil Alami Saling Tabrak

RADARSEMARANG.COM, MUNTILAN - Dua bus dan tiga mobil yang terlibat kecelakaan pada Minggu (7/1) pagi, pukul 07.50, menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Kemacetan panjang...

Musim Hujan Tak Lagi Jadi Masalah

RADARSEMARANG.COM, KEBUMEN-Pengeringan menjadi salah satu masalah yang ditemui pemilik usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sale pisang di Desa Sidomulyo, Kecamatan Adimulyo Kabupaten Kebumen....

Sang Wagiman, Kini Berpulang

SEMARANG - Puluhan karangan bunga berjejer di sepanjang sisi kanan-kiri jalan menuju rumah mantan Wali Kota Semarang, Kol (Purn) Soetrisno Soeharto di Jalan Wologito...