33 C
Semarang
Sabtu, 30 Mei 2020

Serap Aspirasi Warga lewat Buka Bersama

Another

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

KENDAL Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Itulah setidaknya yang dilakukan Bupati Kendal, Mirna Annisa. Helatan buka puasa bersama yang dilakukannya selama Ramadan ini, ia manfaatkan untuk mendekatkan diri dengan rakyatnya dan menyerap aspirasi dari warga.

Ada-ada saja memang cara orang nomor satu di Kendal itu untuk lebih dekat dengan rakyatnya. Bupati yang dikenal nyentrik ini selalu menelurkan ide-ide yang tak pernah terduga sebelumnya. Tak heran jika selama kurang dari dua tahun kepemimpinannya, bupati yang akrab disapa Mbak Mirna ini telah meraih banyak prestasi.

Keakrabannya dengan masyarakat ditunjukkan saat menggelar buka puasa bersama di Masjid Miftahul Huda, Dukuh Plalangan, Desa Sidomakmur, Kecamatan Kaliwungu Selatan (Kalsel). Tak segan, Mirna bersantap buka dengan menu ala kadarnya yang sudah disiapkan warga setempat. Keramahan dan keakraban tampak, meskipun Mirna datang agak terlambat tepat saat waktu berbuka puasa.

Usai berbuka dan salat Magrib, menunggu waktu salat Isya dan Tarawih, Mirna memanfaatkan waktu untuk berdialog dengan para jamaah. Dia mengutarakan jika sesuai RPJMD, Kendal memiliki tagline Kendal Berkhidmat dengan arah kebijakan pada pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.

Jalan penghubung antara Desa Jeruk Giling hingga Desa Sido Makmur sendiri kondisinya sangat memprihatinkan. Bahkan sudah bertahun-tahun belum terjamah perbaikan jalan. Warga sangat menginginkan agar jalan bisa diperbaiki, sehingga akses warga menjadi mudah.

Camat Kaliwungu Selatan, Ahmadi, mengatakan, ada kendala untuk membangun jalan tersebut. Yakni, tanah tersebut tidak masuk dalam aset jalan kabupaten maupun jalan desa. Melainkan lahan milik Perum Perhutani. ”Sehingga tidak memungkinkan untuk dianggarkan melalui APBD maupun APBDes,” katanya.

Mengetahui hal tersebut, Mirna mengaku prihatin. Namun sebagai kepala daerah ia tetap meminta agar jalan tersebut bisa diperbaiki. Mirna meminta agar jalan tersebut tetap diusulkan anggaran perbaikan. ”Nanti saya sendiri yang akan minta izin kepada Perhutani,” ujarnya.

Mirna menjelaskan, meskipun lahan tersebut milik Perhutani, ia yakin Perhutani tidak akan mempersulit sepanjang memang digunakan oleh masyarakat. ”Di APBD perubahan atau paling lama tahun depan (2018) saya akan pastikan jalan di desa ini sudah harus diperbaiki,” janjinya.

Selain itu, Mirna juga menyoroti soal belum adanya kantor Kecamatan Kalsel yang tetap. Sebab, kondisi kantor Kecamatan Kalsel tidak bisa dihuni lantaran berdiri di atas lahan bergerak. Kondisinya juga sudah rusak parah, bahkan sejak berdiri 2004 silam hingga kini belum pernah ditempati.

”Kendalanya adalah karena ada Perda yang dibuat oleh Bupati Kendal terdahulu dan sudah disetujui DPRD Kendal saat itu yang mewajibkan pembangunan Kantor Kalsel harus di Desa Magelung. Peraturan inilah yang menyulitkan pemda setempat untuk merealisasikan pembangunan kantor Kecamatan Kalsel yang baru,” katanya.

Perda inilah yang saat ini sedang dalam proses untuk diubah. Sebab, perda tersebut malah menjadi celah korupsi yang berpotensi merugikan negara. ”Sebab, ketika harus di Magelung, maka bisa jadi warga menjual kepada pemerintah dengan harga tinggi. Sehingga anggarannya hanya cukup buat beli tanah, sementara kantor tidak bisa dibangun,” tuturnya.

Solusinya, ia menghendaki jika kantor Kecamatan Kalsel boleh dibangun di desa mana pun sepanjang masih berada di cakupan wilayah Kalsel. ”Jadi, tidak harus di Desa Magelung, tapi bisa di desa-desa lain,”  katanya.

Pernyataan tersebut mendapatkan apresiasi yang meriah dari warga yang hadir. Warga berharap jalan-jalan buruk dan kantor Kecamatan Kalsel bisa segera dibangun.

”Kami sangat berterima kasih kepada Bupati Mirna, sudah bersedia hadir di desa kami yang sangat pelosok. Harapan kami, jalan desa kami bisa segera diperbaiki,” harap Supardi, warga Desa Sidomakmur. (bud/adv/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

More Articles Like This

Must Read

Kerja Sama dengan Universitas Tiongkok

MUNGKID—Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang intens meningkatkan kerja sama dengan universitas di luar negeri. Terbaru, universitas terbesar di Magelang ini melakukan kerja sama dengan Hebei...

Membayar Hutang Puasa

Pertanyaan : Assalamu’alaikum Warahmatullah Pak kiai yang saya hormati, saya ingin bertanya mengenai masalah qadla’ puasa. Sebelum ayah saya meninggal dunia, beliau berpesan kalau masih...

Harus Pikirkan Dampak Penutupan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Penghuni resosialisasi Gambilangu (GBL) Kaliwungu Kendal dan Rowosari Kecamatan Tugu, Semarang, minta pemerintah pertimbangkan ulang penutupan resosialisasi Argorejo atau yang dikenal...

Gali Karakteristik Usaha di Jateng

SEMARANG – Data Sensus Ekonomi lanjutan yang dikumpulkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dari 253.945 usaha di Jawa Tengah hampir lengkap. Data ini ke...

Puncak Mudik, Pantura Macet 15 Kilometer

KAJEN-Meski jalur tol fungional Pemalang-Batang telah difungsikan, namun kemacetan panjang masih terjadi di sepanjang jalur Pantura Kabupaten Peklaongan. Kemacetan panjang mencapai 15 kilometer terjadi...

Tampilan Simpel Elegan Sambut Ramadan

RAMADAN tinggal menghitung hari. Sejumlah rumah mode mengeluarkan beberapa koleksinya menyambut bulan yang istimewa ini. Diantaranya desainer Ina Priyono yang mengusung tema simpel dan elegan....