Lailatul Qadar dan Tanggungjawab Kebangsaan

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

PUASA dikenal sebagai ibadah yang sangat personal, tidak ada orang lain mengetahui hakekat dan kualitasnya kecuali Allah. Apalagi jika dilihat dari aspek moral sebagai pengejawantahan pengendalian diri, puasa benar-benar ikhtiar mengelola nafsu untuk menjadi manusia yang unggul, sosok yang dicita-citakan al-Qur’an sebagai muttaqin, sosok unggul dan berkualitas. Berpuasa berarti mengelola diri sendiri, mengalahkan keinginan diri sendiri yang sesungguhnya lebih sulit daripada menundukkan orang lain. Maka, ketika Nabi menyebut melalui sebuah hadis seusai Perang Badar. “Kita baru menyelesaikan jihad kecil untuk menuju jihad besar, jihad melawan hawa nafsu.” Kemampuan mengelola hawa nafsu inilah yang pada gilirannya mengantarkan seseorang menggapai lailaltul qadar.

Sering orang menyebut lailatul qadar sebagai malam kemuliaan, sebagai malam yang agung karena malam diturunkannya al-Quran, juga malam yang lebih utama daripada seribu bulan, yang dipenuhi rahmat dan keberkahan hingga terbit fajar. Semua orang Islam mendambakan berjumpa dengan maloam yang memiliki lompatan kebaikan berlipat yang tak terhingga ini. Hal ini sangat wajar mengingat perjumpaan dengannya berkualitas ibadah yang lebih baik dari 83 tahun beribadah biasa. Beribadah dan beramal saleh pada malam kemuliaan pahalanya jauh lebih besar dan lebih baik daripada beribadah dan beramal saleh dalam seribu bulan yang tidak menjumpai lailatul qadar.

Menjadi orang yang berkualitas adalah sebuah proses panjang, yang melalui tahapan-tahapan ritual dan penghayatan yang berkualitas pula. Demikian pula untuk mendapatkan kemuliaan tidak dapat diperoleh dengan spontan tanpa kekuatan andasan dalam menjalani kehidupan dunia dan mempersiapkan bekal menjalani kehidupan di akhirat. Dengan melaksanakan praktik-praktik ibadah secara maksimal di bulan Ramadan, sesungguhnya seseorang telah memulai mencapaian lailatul qadar. Karena mempersiapkan diri menjadi insan yang unggul dengan kualitas yang berlipat.

Setidaknya ada empat aspek yang menggambarkan manusia berkualitas, yang disarikan dari pemaknaan terhadap al-Qur’an. Empat hal itu adalah kualitas iman, ilmu pengetahuan, kualitas amal saleh, dan kualitas sosial. Seseorang yang memiliki kualitas iman yang unggul, akan memperlihatkan kualitas perilaku, kualitas wawasan, kualitas amal salah, dan kualitas sosialnya dengan penuh ketulusan dalam setiap ranah kehidupan pribadi maupun kehidupan masyarakat luas. Manusia akan berperilaku, bekerja, dan bermasyarakat sesuai dengan fitrah kejadiannya yang condong kepada kebenaran dan kedamaian. Manusia berkualitas akan berjuang melawan penindasan, tirani, dan tidak membiarkan kediktatoran atau tindakan sewenang-wenang. Karena imam memberikan pula kedamaian jiwa, kedaimaian berperilaku, dan kedamaian amal saleh.

Makna lailatul qadar dalam realitas keseharian adalah menghadirkan pribadi yang berkualitas dengan juga mengorientasikan ibadah hanya kepada Allah dan melakukannya dengan prinsip-prinsip kerja sistematis, terencana, cerdas, yang menggabungkan olah pikir, olah raga dan olah jiwa. Seseorang yang bekerja misalnya, mulai dari nol bekerja keras setiap hari berangkat pagi pulang sore bahkan malam, bekerja bertahun-tahun, ia akan mendapatkan hasil dari kerjanya. Namun, dengan semangat lailatul qadar, satu malam lebih baik dari seribu bulan, ia akan melakukan pekerjaannya dengan stategi, semangat dan komitmen lompatan hasil pekerjaan untuk hasil yang lebih produktif dan berkualitas. Dalam hal belajar, semangat lailatul qadar dapat memompa rasa ingin tahu yang mendalam terhadap ilmu, berdoa dengan penuh keyakinan dan iktiar dengan tenaga dan pikir maksimal, tentu akan mendapatkan oengetahuan, wawasan, skill dan hasil yang lebih optimal.

Mendapat lailatul qadar bagi putra dan putri negeri ini berarti adanya perubahan sikap dan perilaku, khususnya dalam membangun bangsa dn menghisinya dengan tindakan dan program-program yang maslahah, menjaga kerukunan hidup beragama dengan landasan etika al-Qu’ran. Lailatul qadar merupakan proses menjadi (becoming), menjadi lebih baik, lebih rukun, lebih santun, lebih damai dan lebih positif dalam mengelola utrusan-urusan masyarakat dan negara. Lailatul Qadar juga sebagai media belajar umat Islam membentuk diri menjadi manusia utuh, sadar, kebersamaan dan tercerahkan dalam bertingkah laku positif, khususnya dalam konteks kebangsaan yang identik dengan beragam perbedaan. Sikap menjaga bersama dan saling mengawal NKRI sebagai negara-bangsa menjadi komitmen kuat memperjuangkan kerukunan, kedamaian, dan keharmonisan di bumi Indonesia. (*/smu)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -