BIAR LEBIH SEHAT: 350 tenaga lapangan yang bekerja di DLH Kota Magelang mendapat makanan tambahan. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR KEDU)
BIAR LEBIH SEHAT: 350 tenaga lapangan yang bekerja di DLH Kota Magelang mendapat makanan tambahan. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR KEDU)

MAGELANG–Sebanyak 350 tenaga lapangan yang bertugas menjaga kebersihan dan keindahan Kota Magelang akan mendapatkan tambahan asupan gizi yang baik.

Mereka merupakan para  petugas penerangan jalan umum (PJU), pertamanan, pemakaman, pengelolaan dan penanganan persampahan, dan petugas UPT Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA). Juga penjaga instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT). Dari 350 personel, 76 di antaranya berstatus pegawai negeri sipil (PNS), 9 tenaga kontrak, dan 265 tenaga harian lepas.

Selama setahun, Pemkot menganggarkan dana  Rp 147 juta yang bersumber dari APBD untuk menjamin pemenuhan gizi para tenaga lapangan.  “Setiap triwulan, kami berikan extra fooding nilainya Rp 105 per orang, karena mereka bertugas di lapangan, sehingga membutuhkan gizi yang lebih. Untuk tahap ini, dua kali kita jadikan satu. Nilainya, Rp 210 ribu,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang, Mahbub Yani Arfian, di sela penyerahan makanan tambahan oleh Wali Kota Sigit Widyonindito di Pendopo Pengabdian, kemarin.

Wali Kota Sigit memberikan apresiasi kinerja tenaga lapangan, sehingga Kota Magelang meraih penghargaan Adipura.  “Selain bertugas, saya minta juga sekaligus mengawasi lingkungan sekitar. Kalau melihat ada warga yang masih membuang sampah sembarangan, jangan hanya diam, tolong ditegur,” ujarnya.

Siswan, 56, seorang petugas pengangkut sampah mengaku senang menerima makanan tambahan. Selain dikonsumsi pribadi, ia  berencana memanfaatkannya untuk persiapan Lebaran. “Katanya ada biskuit juga, bisa untuk tambah-tambah persiapan Lebaran,” kata  warga Karet yang sudah bekerja menjadi pengangkut sampah sejak 35 tahun lalu itu.  (put/isk)