SMK Swadaya Rehab 8 Rumah

869
SEDEKAH KOIN : Guru SMK Swadaya Temanggung Torikin menyerahkan bantuan perabotan rumah tangga di Desa Dringo RT 7 RW 7 Tlogopucang Kandangan, kemarin. (Dok SMK Swadaya For Radar Kedu)
SEDEKAH KOIN : Guru SMK Swadaya Temanggung Torikin menyerahkan bantuan perabotan rumah tangga di Desa Dringo RT 7 RW 7 Tlogopucang Kandangan, kemarin. (Dok SMK Swadaya For Radar Kedu)

TEMANGGUNG- SMK Swadaya Temanggung merenovasi 8 rumah pada Ramadan tahun ini. Tujuh rumah tersebar di wilayah Kabupaten Temanggung dan satu rumah di Kabupaten Wonosobo.

Rumah-rumah yang direhabilitasi tersebut berada di Kampung Kayogan Maron Kelurahan Sidorejo RT 01 RW 04 Temanggung; Dringo RT 7 RW 7 Tlogopucang Kandangan.

Selanjutnya, di Rowo Malebo Mulyosari RT 5 RW 3 Kandangan; Kedung Got RT 2 RW 3 Tlogowungu Kaloran; Dringo RT 7 RW 7 Tlogopucang Kandangan; Gentan RT 4 RW 7 Tlogowungu Kaloran; Tloyo Karanggedong RT 2 RW 3 Ngadirejo. Satu rumah lain di Desa Kepencar RT 5 RW 7 Kertek Wonosobo.

Kepala SMK Swadaya Temanggung Muhasyim menuturkan, renovasi 8 rumah itu beragam. Ada yang total dan ada pula yang sebagian. Yang direnovasi total dengan ganti atap atau genting, plester, dinding dan pengecatan adalah rumah di Kampung Kayogan Maron Kelurahan Sidorejo RT 01 RW 04 Temanggung. Rumah tersebut milik wali siswa kelas X PMS 2 SMK Swadaya yang bernama Tomi.

“Delapan rumah yang kita renovasi, semuanya diambil dari keluarga siswa SMK Swadaya yang saat ini dalam kondisi belum beruntung. Ke depan, kita bisa meluas kepada pada masyarakat umum,” ucap Muhasyim, kemarin.

Selain renovasi rumah, SMK Swadaya memberikan bantuan perabotan rumah tangga seperti satu set kursi tamu, buffet, lemari loker, meja tulis, meja makan, rak piring dan kasur busa atau spring bed. Bantuan perabot rumah tangga ini ada yang komplit, ada yang sebagian saja, disesuaikan kondisi rumah yang dibantu.

“Total dana yang kita keluarkan dalam program ini sebesar Rp 50 juta, Rp 40 juta berasal dari gerakan sedekah koin Rp 500 siswa dan Rp 10 juta dari zakat profesi guru,” ungkapnya.

Quality Control SMK Swadaya Temanggung Humam Sabroni menjelaskan, gerakan sedekah koin Rp 500 diluncurkan 6 bulan yang lalu. Sedekah ini sifatnya suka rela alias tidak mengikat, diambil dari uang jajan siswa tiap harinya. Mereka tidak minta uang khusus kepada orang tuanya untuk sedekah tersebut. “Alhamdulillah, respon siswa cukup bagus. Hingga sekarang, rekap terakhir sudah terkumpul dana Rp 40 juta,” terang Humam. (san/ton)