TINJAU KESIAPAN ARUS MUDIK: Kapolres Wonosobo AKBP Muhammad Ridwan meminta kepada pekerja Bina Marga yang melakukan perbaikan jalan di Wonosobo-Kertek agar selesai tepat waktu. Karena jalur ini menjadi jalur arus mudik dari Semarang dan Jogjakarta yang akan menuju ke Purwokerto dan Jakarta. (SUMALI IBNU CHAMID/ JAWA POS RADAR KEDU)
TINJAU KESIAPAN ARUS MUDIK: Kapolres Wonosobo AKBP Muhammad Ridwan meminta kepada pekerja Bina Marga yang melakukan perbaikan jalan di Wonosobo-Kertek agar selesai tepat waktu. Karena jalur ini menjadi jalur arus mudik dari Semarang dan Jogjakarta yang akan menuju ke Purwokerto dan Jakarta. (SUMALI IBNU CHAMID/ JAWA POS RADAR KEDU)

WONOSOBO–Jelang Lebaran, sejumlah pasar dipadati para pembeli. Maka, untuk menjaga keamanan, Polres Wonosobo membentuk tim khusus menghadapi aksi para pencopet. Per pasar, dipastikan dijaga oleh polisi sejak pagi hingga malam hari.

“Satuan Reskrim sudah bentuk tim tangkap aksi pencopet. Kita lakukan penjagaan maksimal di tiap pasar,” ungkap Kapolres AKBP Muhammad Ridwan, kemarin.

Kapolres menjelaskan, sejumlah pasar tradisional rawan  copet. Apalagi mendekati Lebaran, terjadi lonjakan warga yang berburu kebutuhan merayakan Idul Fitri. “Kita lakukan beberapa pola dalam pengamanan pasar.”

Setiap hari, akan ada Polwan yang keliling pasar tradisional sambil membawa pengeras suara. Melalui pengeras suara, Polwan  mengajak semua warga pasar untuk mewaspadai barang belanjaannya. “Tim  akan muter tiap jam ke pasar pasar, sebagai ajakan agar warga waspada,” kata Ridwan.

Menjelang berbuka puasa, rombongan Polwan dan polisi lainnya akan keliling pasar untuk membagikan takjil berbuka puasa.  “Artinya tiap jam akan ada polisi yang keliling pasar dan mengajak kesadaran warga pasar untuk menjaga keamanan.”

Polres juga menurunkan anggota Reskrim berpakaian preman sehingga keberadaannya tidak diketahui publik. “Upaya ini juga kita lakukan pada libur Lebaran. Utamanya, di tempat publik seperti terminal, bus, dan tempat rekreasi.” (ali/isk)