TERTANGKAP BASAH : Kasat Reskrim Polres Pekalongan, AKP Agung Riyanto ketika memeriksa para tersangka judi dadu di ruang Sat Reskrim Polres Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERTANGKAP BASAH : Kasat Reskrim Polres Pekalongan, AKP Agung Riyanto ketika memeriksa para tersangka judi dadu di ruang Sat Reskrim Polres Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN – Tiga warga Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong, Jumat (16/6) dini hari ditangkap Sat Reskrim Polres Pekalongan saat bermain judi dadu di salah satu kebun yang digunakan untuk pasar tiban desa setempat.

Penangkapan para penjudi dadu atau klitik tersebut berdasarkan adanya laporan warga Desa Wangandowo yang jengkel dengan para penjudi dadu. Bahkan mereka tetap menggelar judi pada bulan Ramadan.

Tiga tersangka penjudi dadu, yakni Tarjuki, 60, Sundiko, 45, keduanya warga Desa Wangandowo RT 01 RW 01, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, dan H. Urip, 63, warga Desa Gejlik, Kecamatan Kajen. Namun dari tiga tersangka tersbut, H.Urip sempat kabur, dan pihak Polres menetapkannya sebagai Daftar Pencaria Orang (DPO). Sedangkan lima orang lainnya juga kabur dan belum sempat diketahui identitas dirinya.

Tarjuki, bandar judi dadu saat dimintai keterangan mengatakan permainan judi baru dilakukan selama 1 bulan. Namun pihaknya sudah lama menjadi bandar di beberapa desa lain.

Menurutnya permainan judi semula hanya dilakukan untuk iseng. Namun sejak menggunakan taruhan uang dan menguntungkan, akhirnya menjadi profesi keseharian, sambil menunggu panen sawah pada bulan Agustus mendatang. “Semula hanya iseng saja, namun karena banyak yang minat, akhirnya dibuka setiap malam Jumat,” kata Tarjuki.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pekalongan, AKP Agung Riyanto menegaskan sebelum dilakukan penangkapan, pihaknya telah melakukan pengintaian berdasarkan laporan masyarakat. Namun ketika dilakukan penangkapan, dari 8 pemain, hanya 2 yang berhasil ditangkap. Yang lainnya kabur.

Adapun barang bukti yang diamankan berupa uang tunai Rp 167.000, 3 buah biji dadu, batok kelapa berikut alasnya, alat pengopyok dadu, karpet warna putih yang ada lambang sesuai mata dadu, dan 11 batang lilin. “Para tersangka sedang kami mintai keterangan, dan kita kenakan pasal 303,” tegas AKP Agung. (thd/ric)