33 C
Semarang
Selasa, 26 Mei 2020

Main Judi Saat Ramadan, Ditangkap

Another

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

KAJEN – Tiga warga Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong, Jumat (16/6) dini hari ditangkap Sat Reskrim Polres Pekalongan saat bermain judi dadu di salah satu kebun yang digunakan untuk pasar tiban desa setempat.

Penangkapan para penjudi dadu atau klitik tersebut berdasarkan adanya laporan warga Desa Wangandowo yang jengkel dengan para penjudi dadu. Bahkan mereka tetap menggelar judi pada bulan Ramadan.

Tiga tersangka penjudi dadu, yakni Tarjuki, 60, Sundiko, 45, keduanya warga Desa Wangandowo RT 01 RW 01, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, dan H. Urip, 63, warga Desa Gejlik, Kecamatan Kajen. Namun dari tiga tersangka tersbut, H.Urip sempat kabur, dan pihak Polres menetapkannya sebagai Daftar Pencaria Orang (DPO). Sedangkan lima orang lainnya juga kabur dan belum sempat diketahui identitas dirinya.

Tarjuki, bandar judi dadu saat dimintai keterangan mengatakan permainan judi baru dilakukan selama 1 bulan. Namun pihaknya sudah lama menjadi bandar di beberapa desa lain.

Menurutnya permainan judi semula hanya dilakukan untuk iseng. Namun sejak menggunakan taruhan uang dan menguntungkan, akhirnya menjadi profesi keseharian, sambil menunggu panen sawah pada bulan Agustus mendatang. “Semula hanya iseng saja, namun karena banyak yang minat, akhirnya dibuka setiap malam Jumat,” kata Tarjuki.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pekalongan, AKP Agung Riyanto menegaskan sebelum dilakukan penangkapan, pihaknya telah melakukan pengintaian berdasarkan laporan masyarakat. Namun ketika dilakukan penangkapan, dari 8 pemain, hanya 2 yang berhasil ditangkap. Yang lainnya kabur.

Adapun barang bukti yang diamankan berupa uang tunai Rp 167.000, 3 buah biji dadu, batok kelapa berikut alasnya, alat pengopyok dadu, karpet warna putih yang ada lambang sesuai mata dadu, dan 11 batang lilin. “Para tersangka sedang kami mintai keterangan, dan kita kenakan pasal 303,” tegas AKP Agung. (thd/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

More Articles Like This

Must Read

Bertekad Ciptakan Sumber Daya Tangguh

Memiliki background pendidikan di bidang psikologi membuat Esti Widyandasari terjun di dunia sumber daya manusia. Istri dari Ariwan Ardianto ini punya riwayat pekerjaan sebagai...

Pendirinya Mualaf, Selama Ramadan Ada Pesantren Kilat

RADARSEMARANG.COM - Sejak diresmikan 2017 silam, Masjid Al-Mahdi yang unik bernuansa Tionghoa ini makin ramai dikunjungi masyarakat, apalagi selama bulan ramadan. Tidak hanya masyarakat...

PT Simoplas Pailit Ditangan Dua Kreditur

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - PT Simongan Plastik Factory (Simoplas), perusahaan plastik kemasan legendaris yang berkantor pusat di Jalan Raya Randugarut, Kelurahan Randugarut, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, akhirnya pailit...

TK Sandhy Putra Telkom Latih Anak Mandiri

MAGELANG –Taman Kanak-kanak (TK) Sandhy Putra Telkom Magelang berkomitmen memberikan pembelajaran sesuai kemampuan anak. Beragam kegiatan menarik disiapkan untuk merangsang aspek perkembangan anak di...

Warga Tegur Rekanan Pembangun Tol

KAJEN-Puluhan warga mendatangi base camp rekanan proyek pembangunan jalan tol Pemalang-Batang, PT Sumber Mitra Jaya (SMJ) di Sragi, Kamis (23/2) kemarin. Mereka meminta pihak...

Jelang Lebaran, Toko Emas Diserbu Pembeli

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Menjelang lebaran, sejumlah toko emas dan bank di wilayah Kabupaten Pekalongan diserbu pembeli dan nasabah, oleh karena itu mulai Senin (11/6)...