33 C
Semarang
Jumat, 3 Juli 2020

Salat Hajat Berjamaah, Mujahadah hingga Dini Hari

Tradisi Sambut Malam Lailatul Qadar di Musala Al Fadhillah Pandean Lamper

Another

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru...

Ramadan adalah bulan istimewa bagi umat Islam. Tradisi keagamaan digelar secara khusyuk tak memandang waktu. Salah satunya tradisi menyambut malam Lailatul Qadar di Musala Al Fadhillah, Pandean Lamper, Gayamsari. Seperti apa?

ABDUL MUGHIS 

RAMADAN sudah memasuki 10 hari terakhir. Saat itulah malam Lailatul Qadar diyakini datang, terutama di malam-malam ganjil. Biasanya, umat Islam akan semakin meningkatkan ibadah di malam hari. Seperti halnya yang dilakukan jamaah Musala Al Fadhillah Jalan Bintoro III, Pandean Lamper, Gayamsari, Semarang.

Hingga menjelang tengah malam, sejumlah warga tampak berkumpul di musala setempat. Terdengar lantunan ayat suci Alquran di speaker musala. Gemericik air wudu tak henti-hentinya mengalir. Orang bergantian untuk bersuci. Mereka menjaga tradisi menyambut datangnya malam Lailatur Qadar.

Para jamaah merapatkan barisan untuk melaksanakan salat Hajat berjamaah dan dilanjutkan dengan mujahadah Nihadul Mustaghfirin hingga dini hari. Tradisi tersebut telah menjadi aktivitas rutin sejak musala berdiri pada 1966.

”Kami mengajak agar senantiasa selalu tholabul ilmi (menuntut ilmu) dengan menghadiri berbagai majelis. Terlebih, pada bulan Ramadan,” kata pemimpin mujahadah, Zaenal Ulum Al Hafidz kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia mengajak kepada jamaah untuk melanggengkan amalan kebaikan setiap hari semampunya. Apalagi iklim politik yang terjadi di negeri ini kerap memanas, sehingga membuat masyarakat awam dengan mudah terjerumus ke dalam hal-hal yang kurang bermanfaat. Maka di bulan berkah seperti ini, diharapkan bisa menahan hawa nafsu dan berlatih sikap tawaduk.

”Pesan yang selalu saya ingat dari guru kami KH Achmad Muhammad atau Gus Muh dan KH Abdurahman Chudlori adalah mengutamakan sikap tawaduk,” kata santri Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang ini.

Dijelaskannya, tradisi menyambut malam Lailatur Qadar di kampung tersebut selalu dijaga, terutama memasuki malam 21 Ramadan. ”Tradisi itu diisi dengan salat malam, yakni salat Hajat dan mujahadah,” ujarnya.

Salah satu warga, Giono, mengatakan, malam 21 Ramadan juga dimanfaatkan untuk khataman Quran bersama. Tradisi yang sudah melekat di masyarakat setempat selalu diikuti oleh puluhan warga. Tentu saja, aktivitas relegius warga kampung yang terletak di tengah Kota Semarang ini cukup menarik.

”Tidak hanya di bulan Ramadan, warga cukup antusias mengikuti kegiatan-kegiatan keagaman. Pada malam 27 Ramadan, kegiatan serupa digelar di Masjid Miftakhul Jannah (tak jauh dari musala tersebut),” katanya.

Dia mengaku bersyukur hidup di tengah-tengah masyarakat yang multikultur dan berbeda keyakinan. Tetapi, mampu hidup rukun, damai dan kondusif.

”Saat malam Jumat juga adanya tradisi Yasin dan Tahlil. Begitu juga pada Senin malam, warga tak lupa menggelar tradisi pembacaan maulid, lengkap dengan tabuhan rebana,” ujarnya. (*/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

Tiga Bersamaan

Tiga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang,...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dinyatakan Tempat Bakar Gamping, Ternyata Bangunan Candi

RADARSEMARANG.COM - Belum banyak yang tahu bahwa di Dukuh Kersan, Desa Karanganyar, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo terdapat benda bersejarah bernilai tinggi. Berbentuk candi dengan...

Razia Dishub Digeruduk Ratusan Driver Taksi Online

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Ratusan driver taksi online di Kota Semarang menggeruduk operasi simpatik yang digelar Dinas Perhubungan (Dinhub) Provinsi Jawa Tengah. Mereka menilai razia tersebut...

Petani Garam Harus Terapkan Teknologi

SEMARANG - DPRD Jateng menilai petani garam selama ini kurang bisa menghasilkan garam yang berkualitas. Mereka dalam menggarap tambak dilakukan secara tradisional sehingga harga...

Unggulan Tunggal Dini dan Anak BST Kandas

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Kejutan pertandingan terjadi di kelompok usia tunggal dini putra dan tunggal anak putra, dengan gagalnya pemain unggulan melaju ke babak semi...

Unsiq Jalin Kerjasama dengan Thailand

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Universitas Sains Al-Quran (Unsiq) Jawa Tengah di Wonosobo menjalin kerjasama dengan Universitas Rajamangala University Technology Krungthep Thailand. Penandatanganan kerjasama tersebut dilakukan...

Penglepasan Calon Wisudawan Untag

FAKULTAS Hukum Untag 1945 akan mengadakan Yudisium dan Penglepasan Calon Wisudawan FH Untag, Rabu (25/10). Kegiatan akan berlangsung di Gedung Wanita, Jalan Sriwijaya no...