DUKUNGAN: Widhi Handoko saat bertemu sekitar 300 warga tani, nelayan, dan komunitas di Kabupaten Pemalang. Mereka mendukung pencalonan Widhi sebagai bakal calon wakil Gubernur Jateng. (Istimewa)
DUKUNGAN: Widhi Handoko saat bertemu sekitar 300 warga tani, nelayan, dan komunitas di Kabupaten Pemalang. Mereka mendukung pencalonan Widhi sebagai bakal calon wakil Gubernur Jateng. (Istimewa)

SEMARANG – Sekitar 300 massa dari berbagai kelompok di Pemalang menggelar deklarasi untuk mendukung Widhi Handoko sebagai bakal calon Gubernur Jateng, kemarin. Mereka terdiri atas kelompok tani, nelayan, komunitas guru, Organda, Lindu Aji, hingga ulama. Mereka ingin, Ketua Gerakan Nelayan Tani (Ganti) Jateng mendapat kesempatan untuk membawa Jateng menjadi lebih baik selama lima tahun ke depan.

Widhi menjelaskan, dukungan tersebut membuktikan jika sayap partai PDIP punya kader potensial untuk mendapat rekomendasi dalam bursa Pilgub 2018 mendatang. Dia digadang-gadang mampu menjadi pendamping calon gubernur yang ditunjuk Ketua Umum PDIP.

Selain menggelar deklarasi, forum tersebut juga menjadi ajang silaturahmi untuk memperjuangkan visi dan misi Ganti. Meski berstatus sebagai sayap partai PDIP yang pro pemerintah, pihaknya akan berjiwa besar untuk mengkritisi kebijakan pemerintah. ”Karena kebijakan pemerintah merupakan kebijakan banyak partai pengusung,” ucapnya.

Menurutnya, aspirasi nelayan dan petani harus diperjuangkan. Mereka butuh corong agar pemerintah melahirkan kebijakan-kebijakan yang pro terhadap nelayan dan petani. Terutama mengenai kesejahteraan ekonomi mereka. ”Banyak nelayan dan petani yang tidak begitu paham mengenai arus politik. Karena itu saya coba memperjuangkan kesejahteraan mereka,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Ganti Kabupaten Pemalang, Andi Hartanto mengatakan, pihaknya akan memberikan suaranya guna memperjuangkan hak. Selama ini hak mereka termarjinalisasi, seperti pemenuhan pupuk layak dan perlindungan hukum. ”Ganti akan memperjuangkan mereka. Kami mendukung pencalonan Pak Widhi Handoko sebagai bakal calon Wakil Gubernur Jateng,” katanya.

Dijelaskan, para petani dan nelayan sebenarnya tidak banyak tuntutan. Mereka hanya menginginkan hak mereka. ”Sederhana, mereka pergi bertani, melaut, bawa hasil untuk keluarganya. Ganti akan memperjuangkan itu bersama masyarakat tani nelayan dan komunitas lainnya,” tegasnya.

Sebelumnya, 20 kelompok tani di Kabupaten Sragen juga melakukan deklarasi yang sama. Mereka percaya Widhi Handoko mampu membawa petani lebih sejahtera jika menjadi Wakil Gubernur Jateng periode 2018-2023. (amh/ric/ce1)