LATIHAN : Para pemain dan coach Daniel Roekito saat menggelar latihan rutin di Stadion Moh Sarengat Batang, baru-baru ini. (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG)
LATIHAN : Para pemain dan coach Daniel Roekito saat menggelar latihan rutin di Stadion Moh Sarengat Batang, baru-baru ini. (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Untuk mengisi jeda rehat kompetisi dan memanaskan mesin, Laskar Alas Roban Persibat Batang dipastikan menjamu Laskar Alas Ketonggo Persibanga Ngawi, dalam pertandingan bertajuk Ngabuburit Match yang akan digelar Selasa sore (20/6) mendatang.

Media Officer Persibat, Ali Mahmudi menjelaskan bahwa acara ngabuburit bersama suporter tersebut, menjadi ajang pemanasan bagi pemain dengan pelatih baru, sebelum pertandingan resmi Liga 2 digelar. “Pertandingan ini sebenarnya mundur dari jadwal, yaitu digelar hari Rabu (21/6). Namun karena pertimbangan kondisi jalan, Persibanga minta diajukan, takut kena macet saat pulang nanti,” ucapnya, Kamis (15/6) kemarin.

Sementara itu, Coach Daniel Roekito (DR), saat dikonfirmasi mengatakan Persibat Batang masih fokus memperbaiki lini per lini. Dalam latihan rutin di Stadion Moh Sarengat, latihan yang diberikan selain fisik, juga latihan taktik yang sudah diprogramkan. “Pada latihan kemarin sore, pemain sudah dapat menyesuaikan dengan latihan fisik yang saya berikan,” jelas DR.

Perlu diketahui, pada awal penerapan program yang diberikan, para pemain masih terlihat sulit menyesuaikan menu latihan fisik yang diberikan, karena perbedaan menu latihan dengan pelatih sebelumnya. Menurut Coach DR, sejak dirinya melatih, memang masih butuh waktu untuk dapat membentuk tim yang kuat. “Dalam merehab tim lebih susah daripada membentuk tim. Saat sudah masuk program latihan yang sebenarnya, ternyata pemain yang satu sudah diperbaiki, ternyata pemain lain terlihat masih ada yang keropos. Hal itu masih terus terjadi di Persibat ini,” jelasnya.

DR mengaku butuh perhatian ekstra untuk bisa memperbaiki tim. Jika melihat capaian saat ini, masih 50 persen saat melawan Persinga Ngawi mendatang. “Nanti capaian kami mungkin masih 60 persen. Jadi masih perlu bekerja untuk membenahi tim,” kata Daniel.

Setelah berlatih, para pemain diagendakan melakukan terapi Ice Bath. Yakni, para pemain merendamkan diri dari pinggul sampai kaki selama 15 menit. Di kolam yang sudah diisi air dan es balok. “Terapi Ice Bath, berguna untuk mengurangi risiko cidera pada pemain,” kata salah satu asisten pelatih, Eko.

Hingga pertandingan uji coba melawan Persinga Ngawi ke depan, pemain Persibat dalam minggu ini akan tetap fokus dengan program yang diberikan oleh DR, baik latihan fisik maupun strategi. (han/ida)