Menolak Dioperasi Agar Tetap Bisa Kerja

Penyandang Penyakit Langka, Habdi Ahwadin, Tubuhnya Ditumbuhi Kutil

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

HABDI Ahwadin, 51, warga Kampung Mertosari, Kelurahan Selomerto, Kecamatan Selomerto, terserang penyakit cukup langka yang disebabkan virus papiloma. Sekujur tubuhnya, mulai dari ujung kepala sampai kaki ditumbuhi kutil. Bahkan, benjolan di kakinya sampai sebesar buah kelapa.

Walau demikian kondisinya, Habdi tetap tidak minder. Ia tetap bekerja keras menafkahi keluarga dengan bekerja serabutan. Sampai sejauh ini ia masih mampu menafkahi istri dan ketiga anaknya.

Saat akan dioperasi atas bantuan pemerintah, ia memilih menolak. Alasannya, ia tak mau jadi beban keluarga usai menjalani operasi. Sebab, desas desus yang didengarnya dari tetangga, operasi yang dimaksud sampai pada tindakan amputasi kaki. “Banyak yang bilang kalau dioperasi risikonya seperti itu, jadi saya memilih menolak,” tutur Habdi kepada rombongan komunitas Agus Agus Bersaudara Indonesia (AABI) Wonosobo yang mengunjunginya, Kamis (15/6).

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Selomerto Tri Astuti menjelaskan, rencana operasi sedianya dijadwalkan pada pertengahan Mei lalu. Habdi terdaftar sebagai penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Selain itu, Habdi juga telah menerima dana asistensi sosial setiap bulan. “Semua berkas yang dipersyaratkan untuk operasi sudah siap, dan diagnosa dari dokter Rumah Sakit Margono pun telah dikantongi, namun Habdi memilih tidak berangkat,” terangnya.

Ternyata, keputusan Habdi untuk tidak menjalani operasi juga mendapat dukungan sang istri, Anik Usmah, 38, dan ketiga anaknya. Sebab, Habdi masih diandalkan sebagai tulang punggung keluarga.

Anik membeberkan, kendati dengan kondisi seperti itu, tenaga Habdi terus dibutuhkan warga sekitar. Walau hasil hariannya tak seberapa, namun itu cukup untuk memenuhi keperluan harian.

Yang Anik kagumi dari suaminya ialah Habdi tak pernah minder dengan kondisi tubuhnya. Habdi selalu terlihat semangat ketika hendak berangkat bekerja. Adapun ketiga anaknya, tak pernah mempersoalkan kondisi ayahnya. Mereka telah menerima keadaan ayahnya dengan lapang dada.

“Mereka (anak anak) tumbuh sehat dan normal. Mujiyati sekarang sudah bekerja, Wawan mau masuk SMP, dan Agus masih di kelas 4 SD,” urai Anik.

Penasehat AABI Wonosobo Agus Purnomo mengaku sangat prihatin dengan kondisi Habdi. Selain untuk memberikan bantuan pendukung hidup sehari-hari, kedatangan mereka juga untuk menyemangati.

“Pak Habdi Ahwadin ini layak menjadi teladan bagi kita, karena meski secara fisik terlihat demikian, beliau tidak pernah merasa rendah diri atau minder,serta tetap semangat mencari rizki halal,” tutur Agus. (cr2/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -