Keberadaan Malam Lailatul Qadar

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

Assalamu’alaikum Warahmatullah Pak kiai yang saya hormati, Sebagai orang Islam saya meyakini adanya malam Lailatul Qadar. Namun, dari beberapa referensi yang saya baca bahwa sesungguhnya tidak ada satu pun (kecuali Nabi saw.) yang mengetahui atau mendapatkan malam yang penuh berkah itu. Lalu bagaiman dengan orang yang mengaku-aku memperoleh Lailatul Qadar itu? Terimakasih atas penjelasannya.

Rida Ramadhani di Semarang 085727254XXX

Wa’alaikuumussalam Warahmatullah Wabarokatuh, Ibu Rida Ramadhani yang dimuliakan Allah. Lailatul Qadar adalah malam yang amat mulia. Manusia tidak dapat membayangan betapa mulianya. Karena itu, ketika menjelaskan al-Qur’an mendahulukan ungkapan Wa mâ Adraka/dan apakah yang menjadikan engkau siapa pun engkau mengetahui apakah Lailat al-Qadar? yakni Engkau –siapa pun engkau– tidak mampu mengetahui dan menjangkau secara keseluruhan betapa hebat dan mulia malam itu.

Kata-kata yang digunakan manusia tidak dapat melukiskannya dan nalarnya pun sukar menjangkaunya. Namun demikian, ini bukan berarti bahwa malam mulia itu tidak dapat “ditemui” atau menemui seseorang selain Rasul saw. Sebab kalau demikian, mengapa Rasul saw. menganjurkan umatnya untuk mempersiapkan diri menyambutnya dengan memperbanyak i’tikaf dan ibadah khususnya pada malam-malam ganjil setelah dua puluh hari Ramadan.

Memang, boleh jadi ada yang mengaku atau alah paham sehingga menduga telah mendapatkan malam mulia itu. Banyak riwayat yang diperselisihkan ke-shahih-annya menyangkut tanda-tanda kehadiran malam itu. Hemat penulis, tanda yang paling jelas, adalah sikap dan prilaku keseharian yang bersangkutan.

Lailatul Qadar dilukiskan sebagai salam kedamaian sampai terbitnya fajar dan ini menjadikan hati seseorang yang mendapatkannya selalu damai dan tenteram sehingga mengantar pemiliknya dari ragu kepada yakin, dari kebodohan kepada ilmu, dari lalai kepada ingat, khianat kepada amanat, riya kepada ikhlas, lemah kepada teguh, dan sombong kepada tahu diri. Pada malam Lailatul Qadar malaikat-malaikat turun. Dan ini menjadikan seseorang yang mendapatkannya selalu mengarah kepada kebaikan karena adanya bimbingan malaikat. Itulah yang dapat dijadikan bukti pertemuan dengan Lailatul Qadar. Demikian jawaban saya. semoga bermanfaat dan barokah. Amin. (*/smu)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -