Harga Gula Merah Anjlok

1457
PENGRAJIN GULA: Seorang warga Dusun Jojogan, Desa Tracap, Kaliwiro sedang membuat gula merah di rumahnya. (Ahmad zainudin/jawa pos radar kedu.)
PENGRAJIN GULA: Seorang warga Dusun Jojogan, Desa Tracap, Kaliwiro sedang membuat gula merah di rumahnya. (Ahmad zainudin/jawa pos radar kedu.)

WONOSOBO – Pengrajin gula merah di Dusun Jojogan, Desa Tracap, Kaliwiro belum bisa tersenyum lebar menjelang Lebaran kali ini. Sebab harga gula merah yang pada bulan puasa tahun-tahun sebelumnya tinggi, saat ini justru turun.

Saat ini, harga gula merah dari petani hanya dihargai Rp 8-9 ribu per kilogram. Berbeda dengan puasa tahun sebelumnya, harga gula merah bisa mencapai Rp 14-15 ribu per kilogram. “Kalau biasanya shi selalu naik saat masuk bulan puasa. Nah sekarang malah turun, bahkan di harga terendah untuk ukuran gula merah,” aku petani nira Marsuti, Kamis (15/6).

Warga Jojogan yang dulu mayoritas TKI, kini banyak yang menetap di rumah dan menjadi petani nira dan produsen gula merah. Sekitar seratus warga menggantungkan roda ekonomi pada gula merah sebagai penghasilan harian. “Yang bikin gula, umumnya mampu menghasilkan 15-20 kilogram per lima hari,” akunya.

Sebelumnya warga memprediksi, konsumsi gula merah selama Ramadan akan naik dengan banyaknya masyarakat yang membuat kolak dan jenis manisan untuk makanan berbuka. Sayang prediksi tersebut meleset. Pasar gula merah daerah diserbu produk dari daerah lain. Alhasil, harga gula yang digadang melejit ini justru anjlok.

Jika harga gula seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni Rp 14-15 ribu per kilogram, petani gula akan sangat diuntungkan. “Namun karena harga menetap di harga Rp 8 ribuan, petani hanya sebatas cukup untuk memenuhi kebutuhan harian.” (cr2/ton)