MERIAH : Rombongan Komisi A DPRD Kabupaten Batang disambut meriah oleh Sekda Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran dan jajarannya serta Wakil Ketua DPRD Pesawaran, Rabu (14/6) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MERIAH : Rombongan Komisi A DPRD Kabupaten Batang disambut meriah oleh Sekda Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran dan jajarannya serta Wakil Ketua DPRD Pesawaran, Rabu (14/6) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

LAMPUNG-Komisi A DPRD Kabupaten Batang terpesona dengan Gadis dari Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Namun Gadis yang dimaksud adalah Gerakan Desa Ikut Sejahtera (Gadis). Pasalnya, melalui program Gadis tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran menggelontorkan dana sebesar Rp 100 juta kepada 44 desa dari 114 desa di kabupaten tersebut.

Hal tersebut terungkap saat rombongan anggota Komisi A DPRD Kabupaten Batang melanjutkan kunjungan kerja pada hari kedua ke Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, Rabu (14/6) kemarin. Ternyata di kabupaten termuda hasil pemekaran di Provinsi Lampung di bagian selatan ini, ada Gadis yang memikat rombongan Komisi A. Program yang dicanangkan melalui anggaran APBD 2017 ini, merupakan stimulasi pembangunan desa yang memiliki potensi dan berprestasi.

Sekda Pemkab Pesawaran, Kesuma Dewangsa menjelaskan bahwa walaupun terhitung daerah muda, namun pemerintah ingin membuat wilayahnya memiliki keunggulan. “Salah satu kebanggaan kami adalah memiliki Desa Hanura, Kecamatan Telukpandan, yang menjadi salah satu desa terbaik di Indonesia. Desa berbasis IT (informasi teknologi) dan pelayanan publik terbaik ini menjadi contoh untuk desa lainnya,” jelasnya.

Untuk itu, pemerintah setempat melalui Peraturan Bupati (Perbup) Pesawaran nomor 97 tahun 2016, mengeluarkan kebijakan menggelontorkan anggaran untuk Program Gadis yang menstimulus desa lain agar bisa mencontoh keberhasilan desa yang menjadi pilot project.

“Dalam aplikasinya, dana Gadis diberikan secara tunai, untuk membiayai operasional desa yang ditunjuk. Namun hanya sekali diberikan, berikutnya desa tersebut harus mandiri,” kata Sekda Kesuma.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Chodri turut hadir menyampaikan bagaimana desa yang dipimpin tersebut bisa menjadi desa terbaik tingkat nasional. Yakni, dari desa tertinggal hingga melesat menjadi Desa IT.

Sementara itu, dalam kunjungan kerja tersebut ada hal menarik, karena rombongan Komisi A DPRD Kabupaten Batang disambut dengan cukup baik dan meriah oleh Pemkab Pesawaran. Yang mana selain Sekda setempat, turut hadir Wakil Ketua DPRD Pesawaran, Rifanzi, anggota dan Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Pesawaran, Kepala Bappeda, Asisten 1 serta pejabat di lingkungan Pemkab setempat.

Sambutan tersebut ternyata membuat rombongan cukup terharu. Disampaikan ketua rombongan dari Kabupaten Batang, Nur Untung Slamet, bahwa pihaknya sangat bangga. Pasalnya, baru kali ini disambut sangat luar biasa oleh Pemkab Pesawaran. “Kami mengucapkan banyak terima kasih, atas sambutan yang luar biasa ini. Kami cukup terharu dan senang sekali,” ucapnya.

Hal yang sama diungkapkan Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Batang, H Purwanto, yang sangat kagum dengan penyambutan tersebut. “Saya 4 periode menjadi anggota dewan, baru kali ini disambut luar biasa seperti ini saat kunjungan kerja,” ucap politikus asal PDIP ini.

Terkait sambutan tersebut, Wakil Ketua DPRD Pesawaran, Rifanzi menjelaskan bahwa ini memang budaya yang ingin mereka lestarikan. Dengan menyambut tamu sebaik-baiknya. “Kami ingin membudayakan sambutan kepada tamu pemerintah dengan sebaik mungkin. Karena kami sebagian pemerintah yang masih muda, ingin memberikan kesan terbaik. Saya juga ingin bersinergi dengan Kabupaten Batang dengan berbagai produk unggulan yang dimiliki masing-masing,” jelasnya. (han/adv/ida)