33 C
Semarang
Jumat, 5 Juni 2020

Dewan Tolak Sekolah Lima Hari

Another

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur...

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat...

SEMARANG – Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang akan menerapkan sekolah lima hari terus mendapatkan pro dan kontra. DPRD Jateng secara tegas menolak kebijakan tersebut, karena lebih banyak sisi negatif dibandingkan positifnya. Bahkan, dewan menilai itu kebijakan ngawur dan bisa memberangus pendidikan TPQ dan diniyah yang selama ini menjadi benteng pendidikan karakter dan moral di Indonesia.

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Taj Yasin, menilai kebijakan tersebut justru memberangus pendidikan TPQ dan diniyah. Padahal selama ini pendidikan TPQ dan diniyah sudah berjalan bagus, dan ikut memberikan kontribusi dalam membangun pendidikan karakter di Indonesia. ”Kami jelas kecewa dengan kebijakan ini, karena tidak pro terhadap pendidikan diniyah,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menambahkan, sebelum Mendikbud mengeluarkan kebijakan tersebut, Pemprov Jateng sudah mengedarkan SE serupa pada 2016. Tetapi memang dalam kenyataannya, kebijakan tersebut tidak berjalan, karena tak sesuai dengan kondisi riil di lapangan. ”Harusnya pengalaman di Jateng bisa dijadikan pelajaran. Jangan asal mengambil kebijakan,” tegasnya.

Wakil Ketua PW GP Ansor Jateng ini mengaku sudah melakukan kajian dan survei di lapangan. Hasilnya, orang tua siswa menolak dengan berbagai pertimbangan. Mulai pekerjaan yang padat, biaya operasional atau uang saku bertambah, sampai khawatir akan menimbulkan kenakalan remaja, karena lebih banyak waktu bermain. ”Kalau anak-anak senang, karena waktu bermain bertambah, mereka libur Sabtu-Minggu. Tapi harus diingat ini akan bisa memicu timbulnya kenakalan remaja, karena mereka justru sering ke luar rumah dan tak terpantau,” tambahnya.

Hal senada dilontarkan anggota Komisi E DPRD Jateng, Zen Adv. Mendikbud dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo harus menimbang ulang kebijakan Full Day School (FDS) ini. ”Kebijakan ini harus ditinjau lebih jauh, karena efeknya sangat besar dan justru mengorbankan pendidikan diniyah,” katanya.

Kemarin, seratusan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) se-Kota Semarang menggelar aksi demo menolak FDS. Demo digelar di depan gedung DPRD Jateng. Mereka mendesak Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang sekolah lima hari tersebut segera dicabut.

Koordinator Aksi, Musbahul Munir, mengatakan, rencana penerapan FDS di Indonesia sudah tidak relevan dengan berbagai alasan. Jika tetap dipaksakan, kata dia, ditakutkan akan menimbulkan persoalan baru. ”FDS sangat mengganggu dan tentunya tidak cocok dalam keseluruhan pendidikan nasional. Ini penting mengingat kebijakan ini mencakup tentang masa depan generasi bangsa,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, merujuk pada pengalaman Pemprov Jateng membuat kebijakan serupa pada tahun ajaran 2016 lalu, bukan pihak sekolah yang belum siap melaksanakan kebijakan ini, tapi segi transportasi yang belum memadai untuk mendukung program sekolah lima hari. ”Sekolah lima hari kami sudah berpengalaman. Saya sudah di-bully duluan ketika itu, transportasinya belum siap,” ujarnya, Rabu (14/6).

Berkaca dari pengalaman Jateng, sekolah lima hari dengan 8 jam, Ganjar menekankan bahwa wilayah perkotaan jauh lebih siap ketimbang wilayah kabupaten ketika program itu dilaksanakan. Infrastruktur kota lebih siap dibanding wilayah di desa. “Di kota, kebiasaannya lebih siap. Kalau mau dilaksanakan, saya kira bisa, tapi secara gradual,” katanya. (fth/aaw/amh/tsa/dan/aro/ce1)

  1. […] Sudirman Said –diusulkan DPW PPP Jateng kubu Djan Faridz untuk maju di Pilkada Jateng –menolak kebijakan sekolah lima hari Kemendikbud karena menganggap itu mengganggu pendidikan Qur&#821… (2017) –komentarnya menanggapi Pilkada Jakarta 2017 dikutip halaman FB Ponpes al-Anwar […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

Luka Lama

Semua bisa merasakan: betapa irinya Trump. Iri kepada Putin. Iri kepada Xi Jinping. Iri pada kekuasaan mereka berdua. Yang tidak dimiliki oleh seorang Presiden Amerika. Betapa gemes tangan...

Baru Kali Ini Ada Yang Sampai Naik Pohon buat Joget (12)

Sembilan lagu Didi Kempot berhasil menggoyang panggung dan ribuan penonton Synchronize Fest 2019 sampai pukul 1 dini hari. Sebenarnya sudah siap tampil di festival...

More Articles Like This

Must Read

Soft Opening Aston Inn Pandanaran

SOFT opening Hotel Aston Inn Pandanaran akan digelar Kamis (7/12) pukul 10.00-selesai di Arcadia Ballroom lantai 2 Aston Inn Pandanaran, Jalan Pandanaran No 40...

Musthofa Silaturahmi ke DPC PDI P se-Jateng 

KEBUMEN-Musthofa yang kini telah resmi sebagai Bakal Calon (Balon) Gubernur Jateng 2018-2023, semakin intensif menjalin komunikasi dengan DPC PDI Perjuangan (PDI P) di Jawa...

Siswa SMA Ingin Jadi Bupati Sehari

UNGARAN – Merasa penasaran dengan tugas Bupati, seorang siswa SMA N 1 Ungaran nekat mengirimkan surat kepada Bupati Semarang Mundjirin. Melalui surat tersebut, siswa...

SMA Kesatrian 2 Gelar Bakti Sosial

SEMARANG - Semangat berbagi serta rasa kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar ditunjukkan SMA Kesatrian 2 Semarang dalam Bakti Sosial dalam rangka HUT Yayasan Pendidikan...

Kembalikan Jateng sebagai Tulang Punggung Republik

SEMARANG- Bakal calon Gubernur Jateng, Sudirman Said, menegaskan, jika dipercaya memimpin Jateng, ia akan mengembalikan peran Jateng sebagai tulang punggung republik. Caranya, dengan menjadikan...

Gandeng Anak Muda Awasi Pemilu Via Medos

MUNGKID—Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Magelang (Panwaskab) menggandeng sejumlah kalangan untuk mengawasi pemilu mendatang. Kali ini, mereka menggandeng kalangan remaja untuk mengawasi pemilu melalui media...