Belasan Makanan Kandung Bahan Berbahaya

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

WONOSOBO –Tim Pemantauan dan Pengawasan Kualitas Pangan Pemerintah Kabupaten Wonosobo masih menemukan produk makanan kering yang terindikasi menggunakan zat aditif berbahaya, rhodamin B, metanil yellow dan boraks. Temuan itu terungkap saat melakukan pantauan di Pasar Sapuran dan Pasar Kertek, Rabu (14/6).

Dari pemantauan di beberapa toko dan warung, ditemukan sedikitnya 8 jenis produk makanan kering seperti lanting, kuping gajah, alen-alen, rengginang, bolu emprit, wajik, krecek singkong, dan canthir, mengandung rhodamin B atau pewarna tekstil merah. Ada juga produk makan yang mengandung metanil yellow (warna kuning mencolok) yang ditemukan pada kuping gajah, serta boraks ditemukan dalam bleng padat maupun cair.

“Makanan kering ini tersebar merata di hampir semua pedagang makanan di pasar ini, bahkan di pasar lain. Artinya peredaran produk makanan ini bersumber dari produsen yang sama, yang diedarkan menyeluruh di pasar-pasar yang ada di Wonosobo,” ungkap Ketua Tim Pemantau Sumarwati.

Salah satu pedagang yang ditemui, Siti mengaku tidak mengetahui apabila makanan yang dijualnya mengandung bahan pewarna berbahaya. Dia mengatakan, konsumen lebih tertarik membeli makanan dengan warna yang menarik. Jika menjual makanan dengan warna yang tidak menarik, biasanya justru tidak disukai konsumen.

Petugas kemudian mengamankan makanan yang terindikasi mengandung rhomadin B, metanil yellow dan boraks tersebut dengan cara dibeli. Tim juga meminta pedagang untuk tidak lagi menjual makanan tersebut.

“Tujuannya adalah pembinaan. Kami berharap, pedagang juga memiliki kesadaran dan pengetahuan mengenai bahan makanan yang sehat dan layak jual. Namun, petugas juga tidak akan segan membawa pedagang ke ranah hukum apabila tetap menjual makanan dengan tambahan bahan makanan berbahaya,” jelas Sumarwati.

Sumarwati menambahkan, banyaknya pedagang yang menjual makanan kering yang mengandung tambahan bahan makanan berbahaya karena permintaan masyarakat juga masih tinggi. Apalagi di saat bulan Ramadan dan jelang hari raya Idul Fitri seperti sekarang ini, peredaranya sangat luar biasa karena tingginya permintaan.

“Pemerintah sendiri sebenarnya sudah melakukan upaya untuk memutus rantai peredaran makanan yang mengandung bahan berbahaya ini. Namun, jika masyarakat tetap membelinya, maka upaya tersebut tidak akan membuahkan hasil tentunya,” katanya.

Dampak yang akan dirasakan oleh masyarakat yang mengonsumsi makanan dengan bahan pewarna berbahaya tidak akan dirasakan dalam jangka pendek. Dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan penyakit kanker hati.

Kanit II Reskrim Polres Wonosobo Iptu Samsudin, yang ikut juga dalam Tim Pantauan Pengawasan Pangan ini mengatakan, razia ini sesuai dengan program yang tengah digencarkan Polres Wonosobo tentang Pemberantasan Mafia Pangan. (ali/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -