33 C
Semarang
Jumat, 3 Juli 2020

Kota Lama dan Segitiga Emas Bebas Kabel Udara

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

SEMARANG – Kawasan Kota Lama dan Segitiga Emas, yakni Jalan Pemuda-Jalan Pandanaran dan Jalan Gajah Mada ditargetkan bebas kabel udara. Seluruh kabel udara akan dipindah ke dalam tanah atau ducting. Untuk mewujudkan hal itu, kemarin (13/6), Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, meneken nota kesepahaman dengan Asosisasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL). Dua asosiasi itu sepakat memindahkan jaringan kabel udara ke dalam tanah.

”Semarang sudah harus berbenah, baik estetika maupun keamanan. Dari sisi estetika atau kenyamanan pemandangan dimulai dengan mewujudkan Kota Semarang tanpa kabel udara yang semrawut,” katanya saat rapat koordinasi dan pemaparan teknis ducting bersama APJII dan APJATEL di Ballroom Crowne Plaza Semarang, Selasa (13/6).

Menurut wali kota yang akrab disapa Hendi ini, bila harus menghitung detail berapa biaya dan energi yang harus keluar untuk pengadaan ducting di seluruh wilayah Kota Semarang, jelas itu tidak mungkin. Karena biayanya akan sangat besar. ”Jadi, dari pada ngomong yang tidak mungkin. Ya, kita realisasikan saja, mana yang mungkin. Kita mulai Kota Lama dan jalur Segitiga Emas pada 2018 harus bebas kabel,” tegasnya.

Dalam MoU itu, lanjut Hendi, Pemkot Semarang bertanggung jawab dalam membuat saluran untuk lokasi penanaman kabel di bawah tanah. Lalu, ada diskusi bersama terkait siapa pemakai jalur bawah tanah tersebut? Bagaimana penggunaannya sampai berapa biaya yang harus dikeluarkan?

Dikatakan, langkah awal dari pemkot dalam mewujudkan proyek ini adalah dengan membuat Detail Enginering Design (DED), serta komunikasi dengan stakeholder terkait.  ”Saya rasa PLN oke. Kenapa? Karena kita lihat di perumahan besar, tanpa kabel udara tapi listriknya teraliri. Jadi, saya yakin itu bisa. Kalau bisa ada gayung bersambut sekaligus dapat kesiapannya dari  PLN untuk program ini, terutama untuk Jalur Segitiga Emas dan Kota Lama,” harapnya.

Ketua Ketua APJII Pusat, Jamalul Izza, mengatakan, MoU itu dalam rangka mendukung program Pemkot Semarang untuk membuat ducting bersama. ”Banyaknya kabel udara itu membuat estetika kota jadi berantakan. Terus dari sisi maintenance kami bermasalah, dengan kabel bawah tanah maintenance pasti lebih terjaga. Ini jadi searah dengan program Pemkot Semarang,” katanya.

APJII sendiri, lanjutnya, sudah menerapkan hal ini di beberapa Kota. Antara lain, Bandung, Bali dan Surabaya. Di mana Semarang menjadi kota keempat. ”Tujuan ke depan kan Smart City atau kota pintar. Jadi, dengan ducting ini, estetika kota dibenahi dengan lebih rapi,” harapnya. (dan/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Produk Premium Padati Semarang

SEMARANG – Kota Semarang dinilai cukup potensial untuk pasar produk-produk premium. Sejumlah label menangkap peluang tersebut dengan memperluas pemasaran. “Sejauh ini untuk penjualan, Semarang masuk...

Bahu Sakit, Ereksi Sulit

RADARSEMARANG.COM - Dokter Andi, bahu saya sebelah kanan sering terasa sakit, terutama bila diangkat ke atas dan saat mandi dan berpakaian. Ini mengganggu kegiatan...

Global Elektronik Gelar HomeTech ke-32

SEMARANG – Global Elekktronik kembali menggelar pameran tematik “HomeTech”. Pameran yang digelar kali ke32 ini serentak di lima toko di Semarang. Managing Director Superstore Global...

Kuasai Laga Tapi Kalah 0-2

MUNGKID-- Ambisi Persikama membalas kekalahan dari Persiku Kudus di laga kandang, Rabu (10/5) sore gagal terwujud. Berstatus tuan rumah, pasukan kuning hitam kembali ditekuk...

Usai Ngamar Tak Dibayar, Curi Motor

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Nekat mencuri sepeda motor merk Yamaha Mio, seorang anak di bawah umur berinisial NW, 14, dijebloskan ke jeruji besi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)...

Ganggu Pelayanan E-KTP

ANTISIPASI: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat melakukan tinjauan di RSUD KRMT Wongsonegoro terkait ancaman virus WannaCry, kemarin. (Rizal Kurniawan/Jawa Pos Radar Semarang) UNGARAN -...