SIAGA: Sejumlah petugas Polsek Semarang Tengah berjaga di toko emas di kawasan Kranggan, Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIAGA: Sejumlah petugas Polsek Semarang Tengah berjaga di toko emas di kawasan Kranggan, Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG Puluhan toko emas di kawasan Jalan Wahid Hasyim, Kranggan, Semarang Tengah mendadak dijaga ketat aparat kepolisian bersenjata lengkap. Penjagaan ini dilakukan untuk memberikan pelayanan keamanan dan kenyamanan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 2017. Selain melakukan penjagaan, petugas juga melakukan penyisiran di 50 toko emas di kawasan tersebut.

Wakapolsek Semarang Tengah, AKP Sulthon, mengungkapkan, penjagaan dengan cara penyisiran ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya aksi kejahatan seperti halnya yang terjadi di kota-kota besar lainya. Mengingat menjelang hari raya, biasanya marak aksi kejahatan yang tidak menutup kemungkinan mengincar toko emas.

”Kegiatan penjagaan toko emas ini juga merupakan perintah pimpinan agar terjadi situasi yang aman dan kondusif. Kita lakukan sesuai perintah dan aturan yang ada, supaya wilayah di sini tetap aman dan kondusif,” ungkapnya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang lokasi penyisiran, Selasa (13/6).

Sulthon menyebutkan, pengamanan ini akan ditingkatkan di seluruh objek vital di wilayah hukum Polsek Semarang Tengah, termasuk penambahan personel. Pihaknya tidak segan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku yang terlibat kejahatan di wilayah hukumnya.

”Kita akan mengantisipasi terus, tindakan tegas juga terus dilakukan kepada siapa pun yang berbuat aksi kejahatan di sini,” tegasnya.

Pihaknya mengimbau kepada pemilik toko agar terus memastikan melakukan pengecekan terhadap kamera CCTV yang terpasang dalam kondisi aktif. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk berhati-hati ketika hendak beraktivitas melakukan jual beli perhiasan emas.

Salah satu pemilik toko emas di kawasan Kranggan, Hadi Prayitno, mengaku sangat mengapresiasi terhadap langkah kepolisian dalam memberikan pelayanan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat. Meskipun demikian, pihak toko sendiri juga tetap melakukan penjagaan sebagai bentuk antisipasi.

”Daya beli masyarakat bagus. Pengamanan toko sendiri kita ada penjaga karyawan, baik di dalam maupun di luar toko. Dari petugas kepolisian juga sering kontrol keliling menjaga di sini,” terangnya.

Terkait fasilitas pemasangan kamera CCTV, pihaknya telah melakukan pemasangan di toko miliknya. ”Sudah ada (CCTV) tidak melakukan pemasangan lagi, karena sudah penuh dan sudah efektif,” katanya.

Antisipasi Teror

Sementara itu, antisipasi terhadap gerakan radikal dan teroris bom seperti jelang Idul Fitri tahun lalu terus ditingkatkan. Polisi meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi semua anggota kepolisian yang bertugas di markas, di jalan, dan di pos. Hal itu dikatakan Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono saat kegiatan lokakarya yang digelar Pusad Paramadina, LSM Percik, dan Polda Jateng di Kampoeng Percik, Turusan, Salatiga.

Kapolda menegaskan, pihaknya melakukan antisipasi dan peningkatan kewaspadaan terhadap peristiwa bom di Polresta Solo pada 2016 lalu. Semua anggota kepolisian yang bertugas di markas, di jalan dan di pos agar waspada dan mengantisipasi kejadian teror seperti ’Bom Solo’ yang terjadi jelang Idul Fitri tahun lalu.

Dia menambahkan, bentuk kewaspadaan antara lain dengan lebih banyak personel yang bertugas dan saling menjaga. Anggota yang mengamankan di jalur Lebaran dan pos polisi didampingi juga oleh anggota Brimob bersenjata dan mencurigai orang-orang yang memang patut dicurigai.

Ia mengaku, telah menginstruksikan untuk melakukan razia pengamanan dan kenyamanan. Mulai razia premanisme, curat, curas hingga bajing loncat yang kerap beraksi di jalur Pantura. ”Bersama kapolres di wilayah terkait untuk melakukan mapping. Kalau ada perlawanan, ya ditindak tegas. Kita juga siapkan anggota Brimob untuk menjaga pantura,” imbuh katanya.

Ditanya pengamanan Lebaran, kapolda menuturkan, pihaknya mengerahkan 12.456 personel Polri. Ditambah 1.105 personel bantuan dari Mabes Polri untuk menjaga jalur tol mulai Pejagan hingga Gringsing Batang. ”Masih ditambah kekuatan dari TNI, Satpol PP dan instansi lainnya dengan jumlah lebih dari 6.000,” jelas Condro Kirono. (mha/sas/aro/ce1)