Tekan Angka Kecelakaan, Polda Gandeng Komunitas

524
IKRAR BERSAMA: Dirlantas Polda Jateng menggandeng komunitas otomotif berikrar bersama dalam Keamanan, Keselamatan, Ketertiban & Kelancaran Berlalu Lintas (Kamseltibcar Lantas), Sabtu (10/5), sore di halaman Gubernuran Jateng. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
IKRAR BERSAMA: Dirlantas Polda Jateng menggandeng komunitas otomotif berikrar bersama dalam Keamanan, Keselamatan, Ketertiban & Kelancaran Berlalu Lintas (Kamseltibcar Lantas), Sabtu (10/5), sore di halaman Gubernuran Jateng. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sebagai upaya menekan angka kecelakaan, Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng bersama Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) Polda dan Jasa Raharja Cabang Jateng menggandeng puluhan komunitas motor dan mobil, untuk berikrar dalam Keamanan, Keselamatan, Ketertiban & Kelancaran Berlalu Lintas (Kamseltibcar Lantas), Sabtu (10/5) lalu. Ikrar tersebut dilaksanakan di halaman Gubernuran Jateng.

Dirlantas Polda Jateng, Kombespol Bakharuddin mengatakan, ikrar tersebut untuk memberikan pemahaman terhadap keselamatan dalan berlalu lintas. Mengingat masih tingginya angka kecelakaan. Dari data Polda, sebanyak 76 persen kecelakaan didominasi roda dua dan korbannya usia produktif dari 17-35 tahun. ”Masih banyak angka kecelakaan yang melibatkan usia produktif karena tidak memahami keselamatan dan keamanan berkendara,” katanya.

Menurutnya, dengan menggandeng komunitas motor dan mobil yang ada di Semarang, bisa memberikan manfaat tentang pemahaman tentang keselamatan berlalu lintas. ”Tujuan akhirnya tentu muncul kesadaran berlalu lintas sehingga terwujud keamanan dan ketertiban keselamatan berkendara di jalan raya,” harapnya.

Ketua FKPM Polda Jateng Andreas Tebo Yanuar menyampaikan ada sekitar 300 komunitas berasal dari Semarang, Salatiga, Ungaran, Kendal, dan Demak, yang mengikuti ikrar keselamatan berlalu lintas. Setiap ketua komunitas diminta menjadi ujung tombak penyambung lidah Polri untuk meyampaikan pesan kepada anggota komunitas otomotif dan pengendara lainnya tentang keselamatan berlalu lintas. ”Kita kumpulkan masing-masing ketua komunitas agar lebih efektif menyampaikan pesan berkeselamatan berkendara lebih efektif,” tambahnya.

Dalam acara tersebut, Kadin Semarang memberikan CSR berupa tip dan trik kesehatan saat berkendara khususnya pemudik atau jarak tempuh panjang. Pasalnya pemudik kerap merasakan mengalami retensi urine, nyeri di tulang belakang.

”Agar penyakit tersebut tidak terjadi saat mudik, idealnya saat mudik badan bugar, posisi duduk, setelan tempat duduk harus senyaman mungkin. Jarak menyetir mobil jangan terlalu dekat saat kursi dan pedal karena Ini menyebabkan tidak lancar pembuluh darah,” jelas Diana Novita Sari, Komisi Tetap Farmasi dan Kesehatan Kadin Kota Semarang. (den/zal/ce1)