Proyek Suwandi-Suwardi Distop

935
HATI-HATI: Sebuah alat berat jenis backhoe tampak digunakan dalam pembangunan Jalan Suwandi-Suwardi Temanggung, Senin (12/6). (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU)
HATI-HATI: Sebuah alat berat jenis backhoe tampak digunakan dalam pembangunan Jalan Suwandi-Suwardi Temanggung, Senin (12/6). (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU)

TEMANGGUNG—Pemudik dan pengguna jalan yang melintas di kawasan Jalan Suwandi-Suwardi Kowangan Temanggung sebaiknya berhati-hati. Sebab, hingga H-10 Lebaran, proyek pengerjaan jalan di ruas tersebut, diprediksi belum rampung. Akibatnya, akan dijumpai bahu jalan yang belum rata serta banyak ceceran material sisa proyek.

Untuk diketahui, Jalan Suwandi-Suwardi merupakan jalur utama dari arah Secang Magelang menuju Wonosobo-Banjarnegara-Purbalingga dan kota/kabupaten lainnya di wilayah eks karesidenan Kedu-Banyumas.

Petugas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah, Galih Kunto, berjanji pihaknya segera meratakan permukaan beberapa ruas jalan, meski proyek belum memasuki tahap pengaspalan. Tujuannya, untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

“Jalur ini merupakan alternatif yang menghubungan wilayah Jawa Barat, Yogyakarta, hingga Jawa Timur maupun sebaliknya. Jadi memiliki peran yang sangat vital bagi para pemudik,” jelasnya, kemarin.

Galih menjelaskan, proyek pengerjaan di ruas jalan sepanjang kurang lebih satu kilometer tersebut, meliputi pembuatan drainase dan pelebaran bahu jalan. Yakni, masing-masing 6 meter di ruas sebelah kanan maupun kiri. “Memang belum selesai pengerjaannya. Namun, sesuai instruksi, proyek tersebut harus dihentikan terhitung mulai H-10 Lebaran nanti.”

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Parakan, Secang, dan Batas Jogjakarta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Edy Saputra, membeber, total proyek pengerjaan jalan di beberapa titik di Temanggung menyedot biaya Rp 47 miliar. Anggaran bersumber dari APBN 2017.

Secara teknis, pelebaran mencakup tiga wilayah utama. Selain Jalan Suwandi-Suwardi, juga ruas Sari Ayam Parakan sampai Pingit, Kecamatan Pringsurat. Total sepanjang 5,2 kilometer. “Anggaran tersebut untuk perawatan dan perbaikan ruas jalan, termasuk jalan rusak dan berlubang.”

Terpisah, berdasarkan hasil pengecekan, Polres Temanggung memastikan sejumlah ruas jalan di poros tengah siap dilalui kendaraan saat arus mudik hingga balik Lebaran.

Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo mengatakan, demi terwujudnya kelancaran arus lalu lintas hingga minimal H-10 Lebaran, pengerjaan beberapa proyek perbaikan jalan terus dikebut. Di antaranya, penambalan lubang jalan di ruas lingkar utara Walitelon; serta pengecoran tahap lanjut ruas jalan antara Kecamatan Parakan-Ngadirejo sepanjang 100 meter.

Sedangkan proyek di Jalan Suwandi-Suwardi, pengerjaannya akan dihentikan pada H-10. “Saat ini proses pengerjaan jalan sudah mencapai 90 persen. Semoga mulai H-10 Lebaran semuanya sudah dapat digunakan sebagai perlintasan pemudik yang berdatangan dari berbagai penjuru wilayah.” (san/isk)