SEMARANG – Setelah sempat buntu akibat terkendala dana, pembangunan Pasar Johar bakal segera dimulai. Ini setelah Pemkot Semarang mendapat suntikan dana dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI sebesar Rp 100 miliar. Untuk itu, pemkot akan melakukan tahapan pembangunan, termasuk merelokasi pedagang Pasar Yaik Baru.

”Pembangunan Pasar Johar harus secepatnya dilakukan, mengingat sudah dua tahun terbengkalai. Apalagi Pasar Johar ini menjadi salah satu ikon pasar tradisional di Kota Semarang,” kata Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Agus Riyanto Slamet, usai rapat pembahasan pendanaan pembangunan Pasar Johar bersama Dinas Perdagangan Kota Semarang di ruang rapat Komisi B DPRD Kota Semarang, Senin (12/6).

Dijelaskannya, berdasarkan hasil rapat tersebut, Dinas Perdagangan pada 2017 ini mendapat bantuan dari Kementerian Perdagangan sebesar Rp 100 miliar. Dana tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan Pasar Kanjengan di kompleks Pasar Johar. ”Sedangkan untuk pembangunan Pasar Johar Cagar Budaya saat ini disediakan dana awal menggunakan APBD Kota Semarang Rp 50 miliar,” terangnya.

Sebagai langkah tindak lanjut, pembangunan Pasar Johar Cagar Budaya ini sesuai rencana akan dibantu oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada 2018 mendatang Rp 300 miliar. Selain itu juga akan dianggarkan Rp 160 miliar melalui anggaran APBD Murni Kota Semarang. ”Jadi, totalnya Rp 460 miliar di 2018. Rencananya begitu,” bebernya.

”Pembangunan Pasar Johar harus secepatnya dilakukan, mengingat sudah dua tahun terbengkalai. Apalagi Pasar Johar ini menjadi salah satu ikon pasar tradisional di Kota Semarang.”

Agus Riyanto Slamet, Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang

Sedangkan untuk relokasi pedagang Pasar Yaik Baru saat ini telah dianggarkan Rp 19 miliar oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang. ”Mudah-mudahan 2017 ini atau paling tidak awal 2018 mendatang pedagang Pasar Yaik Baru sudah direlokasi. Dananya sudah siap,” katanya.

Pihaknya berharap agar para pedagang Pasar Yaik Baru yang saat ini masih berada di kawasan Pasar Johar mendukung program pemerintah. ”Saya minta pedagang agar legawa untuk bersedia dilakukan relokasi. Sehingga pembangunan Pasar Johar ini bisa berjalan lancar dan tepat waktu,” harapnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, dengan adanya bantuan anggaran Rp 100 miliar dari Kementerian Perdagangan RI, akan sangat membantu proses pembangunan Pasar Johar.

”Anggaran Rp 100 miliar ini akan difokuskan untuk pembangunan Pasar Kanjengan. Kami telah diminta oleh Pak Wali Kota untuk membantu mengurus administrasinya. Sedangkan untuk penguatan Cagar Budaya Pasar Johar menggunakan APBD Rp 50 miliar,” terang Fajar.

Dia menambahkan, untuk pembangunan tempat relokasi pedagang Pasar Yaik Baru saat ini dalam proses lelang. Anggaran yang disediakan Rp 19 miliar. ”Pembangunan tempat relokasi pedagang Pasar Yaik Baru ini dibangun di kawasan MAJT dengan luas lahan 2,5 hektare. Mudah-mudahan akhir Juli nanti sudah mulai pembangunannya,” katanya.

Ditargetkan, proses relokasi pedagang Pasar Yaik Baru dilakukan pada Januari 2018. Kawasan Pasar Yaik Baru sekarang harus dirobohkan untuk kemudian dilakukan pengembalian fungsi sebagai Alun-Alun Kota Semarang. ”Karena itu, kami berharap para pedagang Pasar Yaik Baru bisa bekerja sama dalam proses relokasi. Ini juga agar proses pembangunan Pasar Johar bisa berjalan dengan lancar,” harapnya.

Seperti pernah diberitakan sebelumnya, rencana pembangunan kembali Pasar Johar pasca kebakaran terbengkalai hingga selama dua tahun akibat terkendala pendanaan. Sesuai rencana, pembangunan ini membutuhkan kurang lebih Rp 750 miliar. Pemkot Semarang hanya memiliki dana awal Rp 50 miliar. Sedangkan bantuan dari pemerintah pusat tak kunjung cair. Dampaknya, relokasi pedagang Pasar Yaik Baru ke kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) ikut molor. Padahal untuk relokasi ini, pemkot sudah menyiapkan anggaran Rp 19 miliar guna membangun pasar sementara di MAJT. (amu/aro/ce1)