Daftar di SMA 1, Pantau Jurnal SMA 3

3331
ANTRE: Suasana pendaftaran PPDB di SMA Negeri 3 Salatiga. Mulai tahun ini pengelolaan SMA diambil alih oleh Pemerintah Provinsi Jateng. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ANTRE: Suasana pendaftaran PPDB di SMA Negeri 3 Salatiga. Mulai tahun ini pengelolaan SMA diambil alih oleh Pemerintah Provinsi Jateng. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SALATIGA – Hari pertama Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Negeri sederajat di kota Salatiga, Senin (12/6), berlangsung lancar. SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 3 yang berada di tengah kota masih menjadi tujuan favorit pendaftar. Di kedua sekolah ini, pendaftar membludak, baik dari dalam maupun luar kota. SMA 1 di Kemiri yang minim lahan parkir sampai menjadikan jalan di depan sekolah menjadi satu arah untuk menghindari kemacetan akibat banyaknya pendaftar.

Di SMA 3, pendaftar mengantre di ruangan yang telah disediakan. Pendaftar putra dan putri dipisah ruangannya dan pendaftar mengumpulkan persyaratan kepada panitia yang bertugas. Setelah mendaftar dan diinput petugas, nilai pendaftar akan masuk ke jurnal online yang disediakan. Sehingga pendaftar bisa memantau dan memperkirakan anaknya bisa diterima atau tidak di sekolah tersebut.

Sejumlah pendaftar mengaku optimistis akan diterima di tempatnya mendaftar. “Sudah mendaftar dan semoga bisa diterima,” tutur Riska, alumni SMP Pangudi Luhur Ambarawa saat ditemui di SMA 3 kemarin. Hal sama diungkapkan Intan, alumni SMP Negeri 9 Salatiga yang mendaftar didampingi ibunya.

Meski masih hari pertama, banyak pula orang tua pendaftar di SMA I yang ikut memantau pendaftaran di SMA 3. Mereka hanya ingin memastikan, jika terlempar dari jurnal SMA 1 maka pasti bisa diterima di pilihan alternatif. SMA 1 membuka 12 kelas dengan masing masing 34 siswa sementara SMA 3 membuka 11 kelas.

“Saya sudah mendaftar di SMA 1, nilainya 34 namun karena luar kecamatan Sidorejo maka tidak mendapatkan tambahan nilai lingkungan. Ini melihat situasi di SMA 3,” terang Rendro, 40, warga Klaseman yang bertemu wartawan di halaman SMA 3.

Sementara itu di kantor pemkot maupun DPRD sepi dari orangtua calon siswa yang meminta rekomendasi. Hal ini berkait dengan kewenangan pengelolaan SMA yang kini diampu oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Ya sebelumnya memang ada konstituen yang bertanya dan meminta rekomendasi DPRD untuk mendaftar SMA, tapi karena kini sudah dikelola provinsi, maka kita sampaikan apa adanya,” tutur salah satu anggota DPRD Kota Salatiga, Senin (12/6) pagi. (sas/ton)

Silakan beri komentar.