33 C
Semarang
Minggu, 7 Juni 2020

Alquran Berusia 300 Tahun dari Lontar Dibersihkan

Another

Didi Kempot Itu Nganggo Rasa dalam Memilih Kata (17)

Didi Kempot berperan penting melambungkan musik campursari serta meluaskan pemakaian bahasa Jawa, khususnya ngoko. ”Koder” dalam Sekonyong-konyong Koder contoh...

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

UNGARAN–Tradisi membersihkan Alquran yang terbuat dari daun lontar dilakukan Pesantren Multazam, Ungaran, Senin (12/6) kemarin. Alquran yang memiliki panjang 1,5 meter dan lebar 80 sentimeter tersebut dibersihkan mengunakan cairan dari daun pandan.

Pendiri pesantren, KH Khamami menjelaskan bahwa tradisi membersihkan Alquran sebanyak 25 lembar tersebut dilakukan setiap satu tahun sekali saat memperingati Nuzulul Quran. “Kami melakukan saat 17 Ramadan. Ini setiap lembarnya ada 43 daun lontar,” ujar Khamami.

Alquran tersebut, penjelasannya, merupakan amanah orangtua dari salah satu santrinya. Keberadaannya sendiri di pesantren tersebut sejak 2 tahun yang lalu. Pembersihan Alquran dimulai dari mengeluarkannya dari kotak kaca yang berada di dalam masjid pesantren. Kemudian enam santri mengangkat Alquran tersebut ke bagian depan masjid pesantren. Setelah diletakkan di meja, kemudian lontar Alquran diusap satu persatu menggunakan air daun pandan. Membersihkannya tampak penuh kehati-hatian. “Harus hati-hati karena memang usianya sudah tua,” katanya.

Dijelaskan lebih lanjut, Alquran tersebut saat ini sudah berumur ratusan tahun. Dimana, Alquran itu sendiri ditulis oleh Syekh Abdul Rahman dari Madura pada 300 tahun yang lalu. Karena usia Alquran yang sudah tua tersebut proses perawatannya harus dilakukan dengan ekstra hati-hati. “Dua tahun lalu ada orangtua santri yang mengamanahkan ini (Alquran) ke kami untuk dirawat,” katanya.

Tradisi membersihkan Alquran tersebut dinilai sebagai bentuk pengingat dan selalu menjaga ajaran-ajaran Islam yang diturunkan oleh Allah SWT tertuang dalam ayat suci tersebut. “Semua santri ikut membersihkan. Pertama kali saya yang melakukan, setelah beberapa lembar baru diteruskan para santri,” tuturnya. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Itu Nganggo Rasa dalam Memilih Kata (17)

Didi Kempot berperan penting melambungkan musik campursari serta meluaskan pemakaian bahasa Jawa, khususnya ngoko. ”Koder” dalam Sekonyong-konyong Koder contoh...

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama sekali nggak ”ngartis”. ANA R.D.-LATIFA N.,...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga terus ingat satu nasihat dari...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

More Articles Like This

Must Read

PPDB SD dan SMP Tak Berlakukan Zonasi

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2018/2019 tingkat SD/MI dan SMP/MTs di Kota Magelang tidak menerapkan sistem zonasi. Langkah ini diambil...

Penanganan Banjir

PEMKOT Semarang terus berupaya menanggulangi banjir yang masih terjadi di sejumlah kawasan. Salah satunya membuat polder di kawasan Rusunawa Kaligawe. Dengan pembangunan polder diharapkan...

Pasar Desa Jadi Tulang Punggung Warga

SUMOWONO – Kepala Desa Sumowono, Isrofun Yunus optimistis pasar Desa yang ada saat ini mampu mengentaskan kemiskinan warga. Sejak dibangun tahun 2013 melalui tiga...

Guru Harus Melek Teknologi

MAGELANG – Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito meminta kepada 43 kepala sekolah yang baru saja dilantik untuk membuat gebrakan baru di dunia pendidikan yang...

Tiga Hari Air Macet, Pedagang Pasar Dirugikan

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Para pedagang Pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung mengeluh, lantaran tiga hari ini saluran air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)...

Parah, Ribuan Rumah Terendam

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Wilayah Mangkang dan sekitarnya kembali diterjang banjir, pada Jumat malam (9/2) kemarin. Banjir yang merendam ribuan rumah warga kali ini, tergolong...