13 Perlintasan KA Tak Berpalang Pintu Berbahaya

1163
PITA KEJUT : Kapolres Pekalongan, AKBP Wawan Kurniawan dan jajarannya memasang pita kejut pada perlintasan kereta api (KA) yang tidak berpalang pintu di Desa Dadirejo, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PITA KEJUT : Kapolres Pekalongan, AKBP Wawan Kurniawan dan jajarannya memasang pita kejut pada perlintasan kereta api (KA) yang tidak berpalang pintu di Desa Dadirejo, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Perlintasan kereta api tak berpalang pintu yang ada di Kabupaten Pekalongan, perlu diwaspadai. Pasalnya pada perlintasan tersebut, kerap terjadi kecelakaan karena tidak ada warga atau petugas yang menjaganya.

Adapun perlintasan kereta api yang tidak berpalang pintu tersebut, ada di Desa Dadirejo dua buah, Desa Blimbingwuluh dua buah, Desa Samborejo satu buah, Desa Sragi tiga buah, Desa Tangkilkulon 2 buah, dan Desa Siwalan tiga buah. Kondisi itu diperparah bahwa sebagian perlintasan tersebut minim penerangan lampu jalan.

Karena itulah, untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan, Senin (12/6) kemarin, Polres Pekalongan membuat pita kejut yang terbuat dari tambang besar yang dipasang pada dua sisi sebelum perlintasan kereta api tak berpalang tersebut.

Kapolres Pekalongan, AKBP Wawan Kurniawan, mengatakan bahwa tujuan pemasangan pita kejut untuk mengingatkan warga yang akan melintas agar berhati-hati. “Pita kejut kami pasang 15 meter dari perlintasan pada dua sisi ruas jalan. Jumlahnya ada 13 perlintasan yang tak berpalang pintu,” kata Kapolres Pekalongan.

Menurutnya, target pemasangan pita kejut selesai pada H-7. Hal itu diharapkan bisa meminimalisasi terjadinya kecelakaan jalan raya, yang kerap terjadi di perlintasan kereta api tidak berpalang pintu. “Yang belum ada palang pintu pengaman, kami gunakan pita kejut. Pita ini terbuat dari tali tambang besar, yang dipasang melintang jalan, fungsinya untuk kurangi laju kendaraan waktu bakal melintas di perlintasan rel kereta api,” tegas AKBP Wawan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan, Muhlisin, mengungkapkan bahwa pihaknya akan menugaskan pegawai Dishub dan Linmas desa setempat, untuk menjaga perlintasan kereta api yang tidak berpalang pintu mulai H-7. Setiap pintu perlintasan akan dijaga oleh dua petugas Linmas dan Dishub. “Kami akan bekerjasama dengan Polres Pekalongan dan Linmas setempat, untuk mengamankan perlintasan yang tidak berpalang pintu,” ungkap Muhlisin. (thd/ida)