PELEPASAN JENAZAH: Prosesi pelepasan jenazah Kolonel Purnawirawan Soetrisno Suharto dilakukan secara militer dengan inspektur upacara, Dandim 0733/BS Semarang, Kol (Inf) Zainul Bahar, di Jalan Wologito Barat X nomor 35, Kelurahan Kembang Arum, Semarang, Minggu (11/6) kemarin, pukul 10.00. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PELEPASAN JENAZAH: Prosesi pelepasan jenazah Kolonel Purnawirawan Soetrisno Suharto dilakukan secara militer dengan inspektur upacara, Dandim 0733/BS Semarang, Kol (Inf) Zainul Bahar, di Jalan Wologito Barat X nomor 35, Kelurahan Kembang Arum, Semarang, Minggu (11/6) kemarin, pukul 10.00. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Puluhan karangan bunga berjejer di sepanjang sisi kanan-kiri jalan menuju rumah mantan Wali Kota Semarang, Kol (Purn) Soetrisno Soeharto di Jalan Wologito Barat X nomor 35, Kelurahan Kembang Arum, Semarang, Minggu (11/6) kemarin. Karangan bunga tersebut datang dari banyak komponen masyarakat dan pejabat pemerintahan yang berduka dan kehilangan sosok Wali Kota Semarang ke-10 yang menjabat selama dua periode 1990-2000 ini. Di antaranya, dari Kapolrestabes Semarang dan tokoh masyarakat lainnya.

Ratusan pelayat dari berbagai kalangan, mulai pejabat hingga masyarakat biasa berduyun-duyun datang sejak pagi ke kediaman almarhum. Tak terkecuali Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dan Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu serta para veteran. Kedatangan mereka untuk menghantarkan Alm Soetrisno Soeharto ke tempat peristirahatan terakhir. Yakni di TPU Rorojonggrang Timur, Manyaran.

Sekitar pukul 10.00, prosesi pelepasan jenazah dilakukan secara militer. Sebuah sangkur jadi penanda serah terima jenazah almarhum di hadapan Dandim 0733/BS Semarang, Kol (Inf) Zainul Bahar yang menjadi inspektur upacara pemakaman. ”Kami bertugas melakukan persemayaman jenazah Kolonel Purnawirawan Soetrisno Suharto. Saya juga menyatakan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya beliau,” katanya.

Jenazah diberangkatkan dari rumah duka menuju pemakaman di TPU Rorojonggrang Timur. Puluhan veteran berseragam cokelat juga rela dan disiplin berbaris di bawah terik matahari untuk menghantarkan almarhum sampai berakhirnya prosesi pemakaman.

Sebelumnya, almarhum mengembuskan napas terakhirnya dalam usia 77 tahun di RS Telogorejo, Semarang, Sabtu (10/6) sekitar pukul 15.20 karena sakit. Almarhum merupakan mantan perwira militer dan purnatugas dengan pangkat terakhir kolonel. Almarhum juga mendapat lencana penghargaan Bintang Kehormatan Legiun Veteran pada 2016. Almarhum meninggalkan seorang istri, 3 orang anak serta menantu dan cucu.

Wali Kota Hendrar Prihadi di rumah duka menyampaikan bela sungkawa terhadap keluarga dan berharap almarhum khusnul khotimah. Hendi-sapaan akrabnya mengaku meneladani sosok almarhum saat menjabat wali kota dahulu. ”Saya meneladani kepemimpinan beliau saat menjabat Wali Kota Semarang. Saat menjadi wali kota, beliau sangat intensif mengajak bicara para pegawai pemkot dari tingkat atas sampai bawah. Ini merupakan sikap yang patut diteladani, karena sifatnya yang nguwongke,” ucapnya.

Menurut Hendi, almarhum berjasa banyak terhadap Semarang dengan karya-karyanya. Misalnya dalam membangun taman kota sampai-sampai dijuluki Wagiman yakni Wali Kota Gila Taman. ”Itu karya beliau. Banyak sekali karya beliau. Mulai slogan Semarang Kota Atlas (Asri, Tertib, Lancar, Aman, Sehat). Slogan Wagiman sampai membentuk UU Cagar Budaya untuk wilayah konservasi. Itu karena beliau. Maka, kami mewakili masyarakat Semarang, kami sangat kehilangan,” tutup Hendi. (dan/ida/ce1)