Percantik Dinding dengan Seni Mural

1253
SENI JALANAN: Sejumlah Seniman mural Wonosobo tengah melukis di dinding dekat traffic light Jalan Honggoderpo Wonosobo, Minggu (11/6). (Ahmad zainudin/jawa pos radar kedu)
SENI JALANAN: Sejumlah Seniman mural Wonosobo tengah melukis di dinding dekat traffic light Jalan Honggoderpo Wonosobo, Minggu (11/6). (Ahmad zainudin/jawa pos radar kedu)

WONOSOBO – Seniman mural Wonosobo mempercantik dinding dekat traffic light Jalan Honggoderpo Wonosobo, Minggu (11/6). Mereka menggambar dinding tersebut dengan lukisan-lukisan ukuran besar. Kegiatan yang mengusung tema ‘Sketch Bareng Takjil Gratis’ ini juga diselingi dengan pembagian takjil pada masyarakat.

Ketua Komunitas Mural of Wonosobo Art Kru (Mowak) Darto menjelaskan, komunitas Mowak resmi terbentuk setahun silam. Mowak merupakan wadah berkumpulnya teman-teman pencinta mural di Wonosobo.

“Wonosobo pemudanya memiliki bakat street art luar biasa. Entah grafiti maupun mural. Sayang, khusus mural belum ada wadahnya. Makanya saya dan teman-teman berinisiatif bikin Mowak ini,” bebernya.

Dijelaskan, ada perbedaan mencolok antara mural dengan grafiti. Jika graffiti lebih fokus ke tulisan-tulisan sementara mural lebih bebas. “Gampanganya, mural itu seni menggambar di atas media dinding atau tembok yang sifatnya permanen. Tapi tidak berbentuk tulisan aja.”

Biasanya, kata dia, karya-karya seni mural lebih identik dengan bentuk gambar yang mengusung isu-isu sosial kekinian. “Terkadang dalam seni mural ini terselip satu tokoh inti yang bisa bikin semua orang yang lihat langsung paham apa arti di balik gambar tersebut, dan karyanya tidak harus berbentuk orang,” katanya.

Senada disampaikan Nesya, yang menyeriusi mural karena merasa tertantang untuk terus melek isu sosial terkini. Tanpa itu, karya mural yang dihasilkan, kurang memiliki pesan dan makna.

“Tanpa pesan yang kuat, seni yang dihasilkan akan berasa biasa-biasa saja. Jadi selain keahlian melukis yang terus ditingkatkan, kepekaan sosial kita harus terlatih,” jelasnya. (cr2/ton)