John Richard: Kritisi dengan Bahasa Santun

696
KEBERSAMAAN: Pengurus DPD KAI Jateng foto bersama usai kegiatan buka bersama (bukber) Kebangsaan Bareng AJB di Balroom Rinjani View Semarang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KEBERSAMAAN: Pengurus DPD KAI Jateng foto bersama usai kegiatan buka bersama (bukber) Kebangsaan Bareng AJB di Balroom Rinjani View Semarang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Advokat harus kritis terhadap situasi perkembangan penegakan hukum. Akan tetapi, apabila mengkritisi juga dengan bahasa santun sesuai prosedur yang ada artinya, saling menghormati dan menghargai para penegak hukum lainnya.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua KAI Jateng John Richard Latuihamallo di sela kegiatan buka bersama bareng Advokat Jateng Bersatu (AJB), di Hotel Rinjani View Semarang, Sabtu (10/6). ”Tentunya sepanjang penegak hukum melanggar aturan hukum dan hak-hak klien yang dibela,” tuturnya.

John berharap advokat mampu dan kritis melihat kasus-kasus yang merugikan masyarakat, khususnya terkait kasus tindak pidana korupsi, karena penegakan hukum yang salah cenderung membudaya. Untuk itu, ia meminta agar advokat turut serta mendorong agar penerapan hukum terhadap kasus korupsi bisa berjalan dengan maksimal.

John juga meminta advokat aktif berkordinasi dalam menyampaikan pengertian-pengertian, pemahaman, dan membenarkan maupun meluruskan serta mengarahkan pelaksanaan permasalahan hukum agar tetap sesuai prosedur hukum yang ada.

”Apabila penegak hukum masih tetap tidak menghormati dan tetap melakukan pelanggaran hukum dalam proses penegakan hukum, maka advokat harus mengambil langkah lebih nyata, sesuai prosedur yang telah diatur oleh UU,” ungkapnya.

Sementara itu, Endah Prasetyaningsih selaku ketua panitia bukber menyampaikan, selama Ramadan KAI harus benar-benar mampu memanfaatkan waktu untuk lebih dekat dengan Tuhan dan keluarga. Menurutnya, kedua subjek itu (Tuhan dan keluarga) adalah hal terpenting dari segalanya, bagaimanapun dalam menjalankan profesinya, advokat harus selalu mengingat kedua subjek itu sebagai landasan selama bekerja. ”Selain itu, pada 16 Juni nanti kami juga akan mengadakan Bukber 1.000 Hati bertemakan ”Charity for Unity” di seputar Taman Menteri Supeno, Semarang, yang akan dihadiri langsung oleh Wali Kota Hendrar Prihadi,” ujarnya. (jks/zal/ce1)