Tanamkan Nilai Positif Pada Fase Emas

938
PENERUS BANGSA: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi melepas Kelompok Bermain kelulusan ke 16 PAUD Kasih Ibu di Randusari. (Ist)
PENERUS BANGSA: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi melepas Kelompok Bermain kelulusan ke 16 PAUD Kasih Ibu di Randusari. (Ist)

SEMARANG- Pentingnya menanamkan nilai-nilai positif bagi anak-anak disampaikan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat mengunjungi siswa-siswi kelompok bermain Kasih Ibu yang berlokasi di samping Pasar Bunga Randusari, Semarang Tengah, Jumat (9/6) pagi.

Pagi itu, wali kota memberikan semangat dan menyempatkan diri bernyanyi bersama anak-anak KB, serta menyerahkan plakat kelulusan bagi anak-anak.  Menurutnya, anak-anak usia TK, PAUD, kelompok belajar (KB) berada pada fase emas, di mana berbagai memori tersimpan dan akan terbawa hingga dewasa. Untuk itulah berbagai pengenalan nilai-nilai positif perlu dilakukan sehingga saat dewasa kelak, nilai-nilai tersebut dapat tercermin dalam tindakan dan sikap mereka.

“Saya berpesan kepada ibu-ibu guru dan para orang tua agar mengenalkan berbagai nilai positif pada anak-anak. Kenalkan kekayaan dan nilai positif yang dimiliki bangsa Indonesia seperti tenggang rasa, saling menghargai, menghormati, gotong royong, penuh kasih sayang terhadap sesama dan lainnya,” ungkap wali kota.

Dengan pengenalan berbagai warisan budaya leluhur bangsa yang luar biasa ini, lanjutnya, saat dewasa kelak akan berbagi hal yang positif juga bagi sesamanya. “Jika demikian, setiap hal yang merongrong bangsa ini akan dengan mudah terselesaikan,” ujar wali kota yang akrab disapa Hendi ini.

KB Kasih Ibu memiliki anak didik sebanyak 33 orang dengan range usia mulai 2 hingga 4 tahun. Kelompok bermain ini gratis bagi masyarakat dan pengajarnya pun tidak menerima pembayaran. Wali kota akan adanya bantuan bagi sekolah tersebut.

Ditanya terkait maraknya penggunaan gadget bagi anak, wali kota berpesan untuk meningkatkan kontrol terhadap penggunaan gadget bagi anak-anak. Kemajuan teknologi tentu tak bisa dihindari. Namun, yang terpenting adalah bagaimana peran orang tua, keluarga dan guru pendamping untuk mengontrol penggunaan gadget. “Arahkan teknologi untuk hal yang positif dan bermanfaat bagi diri dan lingkungan,” ungkap wali kota. (zal)