SETELAH mental dan fisik siap, sebelum mudik kendaraan yang digunakan pun harus prima. Safety Riding Supervisor Astra Motor Jateng Oke Desiyanto mengatakan kenyamanan dan keamanan saat mudik dipengaruhi oleh kendaraan yang digunakan. Penggunaan motor modifikasi harus dihindari. Lebih baik menggunakan motor standar pabrik.

“Jika ada modifikasi di ban entah itu dibesarkan atau dikecilkan, harus diganti ban standar. Kelengkapan seperti spion, lampu harus dicek. Motor standar pabrik lebih nyaman dan aman jika digunakan perjalanan jauh,” tuturnya.

Pengecekan total atau servis kendaraan pun tidak boleh dilupakan. Sedikitnya ada empat poin yang harus dicek sebelum mudik. Yakni sistem pengereman, kondisi roda, kelistrikan dan faktor mesin. Empat faktor tersebut, menurut Oke tidak boleh dilupakan. Pengereman misalnya, adalah satu-satunya alat yang digunakan untuk memperlambat laju kendaraan. “Jadi kampas rem dan ban harus diganti jika memang sudah habis atau aus,” tuturnya.

Sementara dari segi kelistrikan, ketersediaan aki pun harus diperhatikan. Nyala headlamp, seins, klakson dan stop lamp. Untuk mesin, harus dicek apakah ada kebocoran oli atau tidak, penggantian oli pun ataupun air radiator pun tidak boleh dilupakan. “Oli harus diganti jika penggunaannya melebihi 5000 kilometer karena akan menyebabkan mesin cepat panas. Air radiator bagi motor jenis sport pun harus dicek agar tidak habis, selain itu oli rem, dan oli gardan untuk matik,” jelasnya.

Oke menambahkan, ada beberapa hal yang perlu dihindari saat mudik, diantara menikung dengan kecepatan tinggi, konvoi dengan formasi tetap dan memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.

Penggunaan jenis motor pun harus diperhatikan, jika menggunakan kendaraan jenis matik harus lebih waspada terhadap guncangan dan halangan seperti lubang. Pasalnya diameter ban motor matik lebih kecil dibandingkan motor sport atau bebek. “Pengereman matik pun harus lebih waspada, karena kita tidak bisa menggunakan engine brake dan hanya bergantung pada rem. Bodinya yang relatif kecil pun harus membuat kita siaga ketika mendahului bus dan mobil yang lebih besar,” pungkasnya. (den/ric)