33 C
Semarang
Senin, 21 September 2020

Menguatkan Nilai-Nilai Kebangsaan Siswa Program Afirmasi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

INDONESIA adalah negara multikultural. Masyarakatnya hidup berdampingan di pedesaan, lembah, daratan dan pantai dari berbagai suku, agama dan budaya. Salah satu ciri masyarakat multikultural adalah pengakuan adanya perbedaan. Perdebatan tentang konsep multikultural yang terkait dengan keadilan sosial, demokrasi dan hak-hak azasi manusia di Indonesia  semakin menguat pasca runtuhnya rezim Orde Baru.

Reformasi yang terjadi pada 1998 membawa perubahan mendasar dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Reformasi identik dengan kebebasan hak azasi manusia dalam berdemokrasi, mengeluarkan pendapat, ide dan gagasan baik secara individu maupun berkelompok. Reformasi juga melahirkan desentralisasi dalam bidang pemerintahan yang terwujud dalam bentuk otonomi daerah.  Sejalan dengan era otonomi daerah, upaya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia juga menjadi suatu keharusan, khususnya pembangunan Wilayah Indonesia Timur.

Berkenaan dengan hal itu, maka presiden selaku kepala pemerintahan mengeluarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2011 tentang Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Kebijakan yang dilaksakan di  Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat, yaitu kebijakan pembangunan sosial ekonomi serta kebijakan pembangunan sosial politik dan budaya. Salah satu aspek yang dilaksanakan dalam kebijakan pembangunan sosial ekonomi adalah dalam bidang pendidikan.

Program pendidikan yang memfasilitasi peserta didik dari Papua dan Papua Barat untuk memperoleh pendidikan di luar Papua bernama Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM). Program ini mulai dilaksanakan pada 2013 dan masih berlangsung hingga saat ini.

Program Afirmasi Pendidikan Menengah merupakan salah satu langkah yang ditempuh oleh pemerintah untuk memberikan akses kepada peserta didik dari Papua dan Papua Barat yang mengalami keterbatasan dalam memperoleh pendidikan dalam wadah NKRI.  Pemerataan dan keterbukaan akses pendidikan sangat penting untuk  memperkokoh kekuatan dan kesatuan bangsa bagi peningkatan kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia. Lemahnya latar belakang pendidikan dan ketertinggalan di berbagai aspek kehidupan di wilayah Papua dan Papua Barat menyebabkan lemahnya kekuatan rantai persatuan Bangsa Indonesia serta lunturnya nasionalisme dan nilai-nilai kebangsaan.

Dengan mengenyam pendidikan di luar Wilayah Papua diharapkan ada transfer pengetahuan dan penguatan nilai-nilai kebangsaan kepada peserta didik dari Papua sehingga saat mereka kembali ke daerahnya akan dapat membangun Papua dan mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan itu dalam kehidupan sehari-hari. Semakin kuatnya nilai-nilai kebangsaan terpatri dalam diri peserta didik dari Papua, maka akan semakin jauh pula potensi terjadinya disintegrasi Bangsa Indonesia. Karena dengan nilai-nilai kebangsaan itu bisa menjadi sumber kekuatan untuk membangun rasa kebangsaan untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Cuci Kereta Api Bareng Anggota Komunitas

SEMARANG–Puluhan anggota komunitas pencinta kereta api (KA) dari Komunitas Railfans Daop Empat (KRDE) dan Indonesian Railways Preservation Society (IRPS), bersama manajemen PT KAI Daop...

Amankan Lebaran, Siap Tidur di Jalan

DIDAPUK menjadi Kepala Satuan Lalulintas Polres Batang, AKP Muhammad Adiel Aristo, siap mengemban tugasnya dengan maksimal. Menghadapi, musim mudik dan balik dalam waktu dekat, alumni...

Minta MK Kabulkan PSU

SALATIGA - Tim pemenangan pasangan calon (paslon) Agus Rudianto - Dance Ishak Palit (Rudi-Dance) dan partai pengusungnya PDI Perjuangan, PKB dan PPP (kubu Djan...

Samsat Online Tak Maksimal

SEMARANG - Pelayanan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) di Kota Semarang mendapatkan sorotan dari Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Jawa Tengah. Pasalnya,...

Hari Ini, 16 Parpol Baru Setor Bakal Caleg

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Dipastikan hari ini, Selasa (17/7), 16 partai politik (Parpol) akan menyetorkan bakal calegnya ke KPU Jateng. Sebab, berdasarkan pantauan koran ini, hingga pukul...

Lebih Baik Perbaiki Jalan Pantura

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Pemprov Jateng diminta benar-benar memastikan infrastruktur di Jateng layak untuk menyambut mudik Lebaran 2018. Sejumlah ruas jalan yang masih berlubang harus dibenahi dikebut...