LULUSAN TERBAIK: Gabrielle Natalie Siahaan, siswi kelas 12 Junior College Bina Bangsa School bersama kedua orang tuanya dan kepala sekolah. (AFIATI TSALITSATI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LULUSAN TERBAIK: Gabrielle Natalie Siahaan, siswi kelas 12 Junior College Bina Bangsa School bersama kedua orang tuanya dan kepala sekolah. (AFIATI TSALITSATI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sebanyak 90 siswa Sekolah Internasional Bina Bangsa School Semarang, Sabtu (10/6) kemarin, diwisuda. Prosesi wisuda ke-9 ini digelar dengan konsep wisuda luar negeri, di mana setiap siswa yang berprestasi menyampaikan pidato motivasi kepada teman-temannya.

Salah satunya adalah Gabrielle Natalie Siahaan, siswi kelas 12 Junior College (SMA) yang mendapatkan predikat lulusan terbaik. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan kepada teman-temannya untuk selalu memiliki tekad kuat dalam belajar. ”Please don’t ever skip any class, for something worthless and miss any subject from teacher our beloved teachers,” ungkapnya di hadapan seluruh lulusan dan orang tua siswa.

Gabrielle menjadi kebanggaan teman sekelas maupun adik-adik kelasnya. Sebab, ia akan melanjutkan pendidikan Hubungan Internasional di salah satu universitas ternama di Australia. ”Going out of country itu punya chance lebih banyak untuk improve diri saya sendiri, dan nantinya saya kembali ke Indonesia punya banyak potensi untuk membantu negara lebih baik,” ujarnya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di sela  prosesi wisuda.

Wisuda digelar di kompleks sekolah internasional Bina Bangsa ini berlangsung meriah. Sebanyak 90 siswa yang diwisuda itu terdiri atas 33 siswa kelas 6, 20 siswa kelas 9, dan 37 siswa kelas 12.

Kepala Sekolah Bina Bangsa School, Yuliana Puspitasari, mengatakan, sekolahnya memang bukan hanya mempersiapkan siswa dari segi kurikulum, tapi juga bahasa. Di sekolah ini, bahasa yang digunakan sehari-hari adalah Inggris dan Mandarin. Selain itu, kata dia, sekolah di Jalan Jangli Raya ini juga membangun karakter anak. Seperti bagaimana mereka bisa menghadapi dunia yang berubah begitu cepat, serta pola berpikir yang analisis.

”Cara mereka memproses informasi untuk menjadi pengetahuan yang akhirnya bisa dipakai untuk sesuatu yang bernilai tambah, itu yang kita terapkan,” katanya. (tsa/aro/ce1)