Demam Fidget Spinner. (NURCHAMMIM / JAWAPOS RADAR SEMARANG)
Demam Fidget Spinner. (NURCHAMMIM / JAWAPOS RADAR SEMARANG)

Demam Fidget Spinner sampai juga ke Semarang. Paduan antara variasi bentuk, warna serta keasikan dalam bermain menjadi daya tarik dari mainan kekinian tersebut.

SALAH seorang remaja asik membaca buku yang berada digenggamannya, sementara tangan lainnya asik memutar-mutar benda yang berbentuk mirip shuriken atau terkenal dengan sebutan fidget spinner. Ya, mainan yang banyak disebut berfungsi untuk memecah kebosanan dan menghilangkan kebiasan buruk seperti menggigit kuku maupun mengetuk-ngetukkan jari ke meja ini memang sedang banyak diminati.

Salah satunya Cerah Hati Natara. Siswa kelas 4 Sekolah Dasar ini mengaku memiliki enam buah spinner. Mulai dari spinner klasik yang terdiri dari satu buah bearing untuk berputar dan 3 bearing sebagai penyeimbang, kemudian spinner handmade, hingga spinner dengan bentuk maupun gambar tertentu.

“Seru aja maininnya, enak dipegang, kemudian karakter gambar, corak-corak hiasannya juga beragam, termasuk juga cepat lambatnya berputar, ada juga yang ada lampunya jadi lebih menarik. Dari semua yang saya miliki, paling suka dengan yang bentuk seperti cumi-cumi,”ujarnya.

Ia mengaku mengenal mainan tersebut dari sesama teman sekolah dan sosial media. Ya, belakangan benda ini memang banyak bersliweran di sosial media. Baik mereka yang sekadar senang memainkan ataupun para penjual online.

Saking populernya, saat ini benda tersebut juga makin mudah ditemui. Tak lagi dijual secara online, tapi juga bisa didapatkan di toko-toko mainan, toko aksesoris gadget hingga toko-toko penjual aksesoris fashion. Dengan harga yang dibanderol cukup beragam mulai dari belasan hingga ratusan ribu, tergantung dari keunikan karakter serta bahan dari spinner tersebut.

Salah seorang pemain fidget spinner lainnya, Yoga, awalnya mengaku sekadar penasaran. Gambar-gambar mainan tersebut banyak berlalu lalang di timeline sosial medianya. Akhirnya ia mencoba membeli satu.

“Katanya sih bisa buat terapi menghilangkan kecemasan, tapi kalau saya sih awalnya karena tertarik dengan bentuk yang mirip logo Batman dan karakter lainnya. Selebihnya, cukup gampang sih maininnya, tinggal diputer-puterin aja,” ujar salah satu siswa Sekolah Menengah Atas ini.

Sedangkan untuk koleksi dengan jumlah yang cukup banyak, ia mengaku belum berminat. “Sekadar punya dan sekadar tau aja, biar nggak kurang update gitu. Hehe. Kalau koleksi sudah ada mainan lain,” ujarnya. (dna/zal)