JELANG LEBARAN : Kantor pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Magelang ramai dikunjungi peserta yang akan mencairkan dana JHT, Jumat (9/6). (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
JELANG LEBARAN : Kantor pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Magelang ramai dikunjungi peserta yang akan mencairkan dana JHT, Jumat (9/6). (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

MAGELANG – Jelang Lebaran, antusiasme masyarakat mencairkan dana jaminan hari tua (JHT) di kantor pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Cabang Magelang meningkat. Setiap harinya ada sekitar 50-70 peserta yang ingin mencairkan JHT.

Perolehan JHT dihitung dari jumlah gaji pekerja yang dilaporkan perusahaan kepada BPJS Ketenagakerjaan dan lamanya bekerja. “Besar dana JHT yang dicairkan bervariasi, mulai dari Rp 300 ribu, Rp 1 juta, hingga Rp 100 juta juga ada,” kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Magelang B Gunawan Wibisono, Jumat (9/6).

Ia menduga, pencairan JHT tersebut untuk kebutuhan konsumtif. “Bisa untuk kebutuhan menjelang Lebaran, biaya pendidikan atau yang lainnya. Karena saat ini juga bersamaan dengan momen pendaftaran masuk sekolah maupun kuliah,” ujarnya.

Berbeda dari hari biasanya, khusus jelang Lebaran, pengurusan pencairan JHT tidak hanya datang dari peserta yang mendaftarkan atau didaftarkan menjadi peserta di wilayah kerja BPJS Ketenagakerjaan Cabang Magelang. Namun juga di luar area itu. “Para perantau banyak yang pulang dan mencairkan JHT di sini. Seperti bekerja di Kalimantan, tapi mencairkan di sini,” ungkapnya.

Menurutnya, sesuai dengan produknya, JHT merupakan program penghimpunan dana yang ditujukan sebagai simpanan yang dapat dipergunakan peserta, terutama bila penghasilan yang bersangkutan terhenti karena beberapa sebab. Bisa karena cacat total tetap, telah mencapai usia pensiun, dan meninggal dunia. Atau berhenti bekerja karena PHK, mengundurkan diri, dan meninggalkan Indonesia.

Karenanya, ia mengimbau peserta untuk tidak terburu-buru mencairkan JHT. Terlebih bagi yang masih produktif. Ia menjamin, saldo tidak akan hangus meski peserta sudah tidak lagi bekerja.

Gunawan juga menegaskan, agar peserta tidak memakai jasa calo. Pencairan JHT hanya boleh diurus peserta. Ia bersedia membantu peserta bila merasa kesulitan dalam mengumpulkan persyaratan.

“Kami juga melakukan verifikasi data yang diberikan peserta dengan data perusahaan yang bersangkutan. Jadi tidak perlu khawatir untuk mengurus JHT sendiri, bahkan pengurusannya gratis dan tanpa potongan biaya apapun,” imbuhnya.

Kabid Pemasaran, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Magelang, Ida Setyowati menyebutkan, hingga saat ini ada 2.660 perusaahan yang terdaftar dengan 74.288 tenaga kerja yang aktif. (put/ton)